Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU Ponco Waluyo menjelaskan, jumlah penyakit malaria per Mei 2021 sekitar 470 kasus. Angka itu adalah data sementara karena masih terdapat UPT Puskesmas yang belum menyetorkan data.
“Perkiraan kalau UPT Puskesmas Sotek dan Babulu sudah melaporkan data per Mei 2021 perkiraan angkanya berkisar 550 hingga 600 kasus penyakit malaria,” ungkapnya, Selasa (29/6/2021), kemarin.
Dari jumlah kasus tersebut terdapat satu penderita malaria yang meninggal pada Mei 2021 lalu. Sebelum meninggal dunia, pasien tersebut sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Petung, lalu dirujuk ke RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU, namun akhirnya meninggal dunia. “Satu orang meninggal dunia bukan warga PPU, tapi bekerja di sini,” katanya.
Dari ratusan kasus penyakit malaria, Ponco mengakui temuan penyakit mematikan itu paling banyak ditangani oleh petugas di UPT Puskesmas Sotek dan UPT Puskesmas Petung. “Semua kasus yang ada ini sebenarnya terjadi wilayah perbatasan Kabupaten PPU, Paser dan Kubar,” sebut Ponco.
Pemkab PPU telah melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti memberikan pelatihan kepada 35 kader malaria dalam membantu penanganan penyakit malaria.
Para kader pun ditugaskan mensosialisasikan pencegahan malaria di lingkungan tempat tinggal mereka. “Kader ini berasal dari kalangan masyarakat umum dan perusahaan. Mereka diberi tugas untuk memantau warga yang keluar masuk hutan. Jika ada tanda-tanda pekerja yang terjangkit malaria, para kader ini segera melapor ke puskesmas,” tutup Ponco.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur