Berdasarkan data pedagang yang ada terdapat sebanyak 508 pedagang. Artinya masih kurang 216 kios untuk menampung seluruh pedagang.
Bahkan, setelah rampung dibangun, pasar berkonsep modern di Babulu Darat itu dinilai masih banyak fasilitas yang masih kurang terutama tempat berjualan pedagang, oleh karenanya, pemerintah daerah kembali melayangkan usulan anggaran pembangunan lanjutan. Alhasil dapat diakomodir pada tahun ini.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten PPU Erwansyah ketika ditemui awak media menerangkan bahwa usulan yang dilakukan pemerintah akan direalisasikan pemerintah pusat, oleh karena dipastikan akan ada pembangunan guna penambahan los atau kios di Pasar Babulu.
Anggaran yang diusulkan tersebut direalisasikan sesuai dengan kebutuhan, yakni lebih kurang Rp6 miliar. Sumbernya yakni dana tugas perbantuan Kementerian Perdagangan.
“Insya Allah kami dapat anggaran tugas perbantuan sebesar Rp6 miliar untuk membangun sebanyak 216 kios di Pasar Babulu,” ungkap Erwansyah, Jumat (21/5/2021) kemarin.
Ia membeber, usulan yang dilakukan itu direalisasikan karena memang kios basah maupun kering yang tersedia saat ini Pasar Babulu belum seimbang dengan jumlah pedagang.
“Jadi kekurangan yang itulah kami usulan akhirnya direalisasikan pemerintah pusat,” bebernya.
Dengan adanya kepastian ini, pemerintah pun akan segera merelokasi para pedagang dari pasar sebelum ke pasar yang sudah dibangunkan itu secara berlahan. Sejak pembangunannya tuntas memang belum pernah digunakan oleh masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli.[]
Penulis : */Erwin
Editor : Rusdi