Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PPU Ricci Firmansyah menjelaskan, pembangunan rumah adat dilanjutkan tahun ini sementara anggaran yang disiapkan sekitar Rp1,7 miliar. “Tahun ini dilanjutkan, sudah disediakan Rp1,7 miliar. Itu sudah termasuk perencanaan, pengawasan, dan fisiknya,” kata Ricci Minggu (25/4/2021) kemarin.
Anggaran itu difokuskan untuk menyelesaikan pembangunannya yang sudah ada saat ini, diantaranya seperti kelanjutan dinding, lantai, hingga plafon rumah adat.
“Jadi harapan kami, bangunan yang ada saat ini bisa difungsikan seperti dindingnya, lantai dikeramik, dan diplafon. Jadi itulah yang kami harapkan sehingga bisa segera difungsikan,” terangnya.
Kalau anggaran tersebut mencukupi untuk melakukan pemenuhan lainnya, maka akan dipergunakan melakukan pembangunan di areal halaman, pagar, dan lain-lainnya sesuai desain yang telah ada.
Ricci mengakui, untuk pelaksanaan pembangunan kelanjutan diperkirakan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Kini masih tahap perencanaan. Setelah itu dilelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab PPU.
“Targetnya setelah Lebaran sudah ada pemenangnya. Jadi sekitar November sudah selesai pengerjaan fisiknya,” bebernya.
Berdasarkan perencanaan sebelumnya, untuk mencapai full desain, dibutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar. Namun pemerintah memang harus melakukan pembangunan secara bertahap, mengingat kondisi anggaran pemerintah daerah terbatas, tidak bisa dilakukan secara keseluruhan.
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur