Kondisi tanah di wilayah tersebut memang rawan longsor dan ditambah dengan tidak tersedianya saluran pembuangan atau drainase yang memadai di wilayah sekitar serta lokasi perumahan yang berada di pinggir tebing.
Karena membahayakan keselamatan, maka para korban terdampak dievakuasi petugas ke tempat keluarganya masing-masing. “Warga yang terdampak sesuai dengan data di RT 10 Desa Telemow ada sebanyak tiga Kepala Keluarga (KK) dengan 15 jiwa,” ungkap Nurlai Rabu (6/1/2021).
Ia membeber, bencana longsor juga terjadi di RT 14 Desa Telemow akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga memicu terjadinya pergerakan tanah dan membuat siring di samping rumah warga ambruk.
Sebanyak satu KK dengan lima jiwa harus turut dievakuasi oleh petugas untuk sementara waktu demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.
Nurlaila mengakui akan segara melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak mengenai penanganan yang akan dilaksanakan.
“Dalam waktu dekat ini rapat lintas sektor terkait rencana penanganan jangka pendek, menengah dan panjang,” akunya.
Pemerintah daerah telah memberikan imbauan kepada pemilik rumah lainnya yang berpotensi terdampak longsor agar berhati-hati dan waspada ketika terjadi hujan.
Penulis : */Erwin
Editor : Rusdi