Jajar legowo merupakan cara tanam padi dengan mengatur jarak antar benih pada saat penanaman. Sepengetahuan Wahid, biaya yang harus disediakan untuk memperkerjakan orang dalam menanam padi dengan pola jajar legowo termasuk bibitnya kurang lebih Rp3 juta per hektare. “Kalau tabela kan palingan bibit dua karung sekitar 70 kilogram perhektar. Kalau pun bayar harian orang 125 hingga 150 ribu, itu sehari selesai. Kalau dihitung sama bibitnya palingan 700 ribuan saja,” sebut Wahid.
Sistem tanam jajar legowo memang lebih bagus dari segi kualitas beras yang dihasilkan dan pertumbuhan padi subur. Bahkan petani dapat dengan mudah lakukan pengendalian hama karena tanaman padi berjarak sehingga ada celah yang dapat dilalui saat memberikan obat-obatan. “Sebenarnya petani sudah mengetahui potensi tabela mengurangi kualitas tapi biayanya mungkin tidak imbang,” ungkapnya.
Diketahui, pemerintah daerah sebelumnya telah meminta atau mengimbau seluruh petani yang masih menggunakan sistem pola tanam tabur untuk kembali terapkan jajar legowo, sehingga padi yang dihasilkan dapat lebih maksimal bahkan berkeinginan membentuk kelompok tani percontohan yang gunakan sistem tanam jajar legowo. (*)
Penulis: */Erwin
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di koran kaltim hari Minggu 15 November 2020 dengan judul Biaya Sistem Tanam Tabela Lebih Murah