Tiga orang masing-masing AA berusia 24 tahun, H berusia 40 tahun dan AS berusia 53 tahun, ditetapkan jadi tersangka atas kasus ini.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim AKBP Rakei Yunardhani menjelaskan, ketiga pelaku ditangkap saat menjalankan aksinya SPBU Jl Soekarno-Hatta KM 9, Kota Balikpapan.
“Tim kami mencurigai tiga truk karena bawa tandon di dalam baknya saat melakukan pengisian solar,” kata Rakei.
Bermula dari kecurigaan itu, petugas pun melakukan pemeriksaan dabn menemukan sejumlah tandon di dalam bak truk yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM dari tangki. “Mereka menggunakan pompa untuk memindahkan solar ke tandon yang dibawa di dalam truk,”jelas Rakei lagi.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, ketiga pelaku itu masing-masing memiliki peran yang berbeda. Mulai dari pemilik truk hingga pengemudinya. “AS sebagai pemilik, AA dan H sebagai sopir,”kata Yusuf.
Selain meringkus ketiga pelaku, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti diantaranya tiga unit truk yang digunakan pelaku untuk beraksi, tiga tandon berkapasitas masing-masing 1.000 liter, tiga fuel card, tiga pompa elektrik serta selang dan 1.080 liter BBM jenis solar dari pengungkapa kasus ini.
“Ada dua tandon yang masing-masing muatanya 480 liter solar dan satu tandon 120 liter. Jadi totalnya 1.080 liter,” sebut Yusuf.
Sementara AS mengaku pekerjaan itu telah ia lakukan selama tiga bulan terakhir. Aksi itu dilakukan hampir di seluruh SPBU di Balikpapan. Biasanya AS bersama dua rekannya beraksi sejak sore hingga malam hari. “Keliling, gak cuma di SPBU Kilometer 9 aja. Hampir di semua SPBU yang jual Solar,” ucap AS.
AS telah memodifikasi tangki pada truk. Kapasitasnya diubah menjadi lebih besar, kemudian hasil penampungan pada truk tangki itu langsung disedotnya menggunakan mesin pompa yang telah tersambung ke dalam tandon yang berada di bak truk.
Dari satu SPBU itu biasanya AS dan rekannya mendapatkan sebanyak 80 liter Solar. Kemudian ia berpindah ke SPBU lainnya dengan sejumlah fuelcard yang telah disiapkannya. Dari dua SPBU biasanya AS bisa mendapatkan sebanyak 120 liter. “Gak ada kenalan, random aja ke SPBU isi seperti truk-truk lainnya,”ujarnya.
Solar yang dibeli dijual lagi ke sejumlah pembeli secara acak. Bahkan solar-solar itu biasanya dijual hingga ke Kabupaten Kutai Kartanegara. “Per liternya saya untung Rp3.000, kalau sehari bisa dapat 1.000 liter lebih,” paparnya.
Editor: Aspian Nur