"Awalnya dia (Steven) ngejek ketapel saya, terus saya bilang kalau tidak bagus ya, masing-masing orang kan punya pendapat. Tetapi, karena dia keras kepala dan omongannya kasar, makanya sangking saya jengkel, pulang ambil senapan angin, itu spontan saja saya lakukan," ungkap Rasbian, mengawali cerita.
"Saya nembak itu tidak ke arah dia (Steven). Cuma menembak ke atas saja, karena dongkol. Tetapi, tiba-tiba dia loncat mau nikam saya, dan gak lama dia lari. Nah kenapa pas teman saya mau melerai, dia mau menikam teman saya dan akhirnya spontan saya tembak saja, itu saya kira tidak kena, makanya saya langsung pulang," sambungnya.
Lanjut kata Rasbian, sesampainya ia dikediamannya, dirinya mendapatkan kabar, bahwa peluru yang ia tembakkan mengenai Steven dan menyebabkan pria berusia 39 tahun itu meninggal dunia.
"Pas nembak itu, saya kira tidak kena, dan saya tidak mengeker juga. Jadi asal bunyi dor, karena dia mau nikam teman saya. Ya, saya spontan melindungi teman saya. Saat dengar bilangnya kena, saya kaget," imbuhnya.
Mendengar kejadian yang menewaskan temannya tersebut, dirinya pun keesokan harinya, pada Rabu (21/112/2022) langsung menyerahkan diri ke Polsek Sungai Pinang.
"Begitu saya tahu dia meninggal, besoknya saya menyerahkan diri, karena saya berniat untuk bertanggung jawab," tuturnya.
Ditanya apakah dirinya dan Steven saling mengenal, ia mengaku baru-baru saja mengenal pria malang tersebut.
"Saya baru saja kenal dengan dia (Steven). Cuman omongannya memang kasar terus, karena saya tidak pernah berkata kasar dengan dia dan itu baru ketemu lagi, jadi tidak ada niat mau membunuh," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (20/12/2022) sekitar pukul 23.30 WITA di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, tepatnya di seberang salah satu Tempat Hiburan Malam (THM). Dimana ketika Steven Ponto (30) dan Rasbian Tanto (36), sedang mengobrol tentang pembuatan busur (ketapel), pasalnya korban (Steven) memiliki keahlian membuat benda tersebut.
Dipertengahan diskusi antara keduanya, sempat terjadi perdebatan, yakni korban ini mengejek, jika busur (ketapel) miliknya itu lebih bagus dari pelaku, dan membuat pelaku (Rasbian) tersinggung. Kemudian, si pelaku pun pulang ke rumahnya dan kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), ternyata pelaku membawa sebuah senapan angin yang digunakan untuk berburu.
Disitulah, pelaku ini langsung mengarakan senapan itu ke pelaku, yang mana lebih dari sekali, tetapi tidak mengenai korban dan terakhir mengenai dada sebelah kiri korban.
"Tetapi, dari keterangan pelaku ini, korban sempat mengeluarkan senjata tajam (sajam) jenis badik, tetapi kami belum menemukan badiknya, hanya sarungnya saja, karena melekat di badan korban," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli saat rilis Kamis (22/12/2022) hari ini di Mapolresta Samarinda.
Pasca kejadian itu pun, seketika korban langsung tergeletak dan dievakuasi oleh warga sekitar, sementara pelaku langsung melarikan diri.
"Saat dievakuasi ke rumah sakit, dalam perjalanan korban meninggal dunia. Dan dari hasil autopsi, berdasarkan keterangan awal dokter forensik, kematian korban akibat peluru yang menembus paru-paru dan bersarang di tulang iga belakang," bebernya.
Dan dari ungkapan ini polisi mengamankan, sebuah senapan angin jenis PCP merek viper warna hitam, satu buah ketapel dan sebuah sarung sajam jenis badik.
Penulis:Nancy
Editor : Rusdi