Sayangnya dari semua tempat wisata itu ada beberapa yang perlu mendapatkan sentuhan lebih terutama dalam hal akses jalan. “Dari 12 lokasi wisata di Paser ini, sebagian memiliki akses jalan yang bagus, sebagian masih perlu perbaikan,” jelas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Paser Muhsin.
Wisata Doyam Turu dan Wisata Bukit Saing Boga merupakan lokasi yang memerlukan perbaikan dalam hal akses jalan, bahkan wisata Doyam Turu juga diperlukan perbaikan pada sarana dan fasilitas umum.
“Untuk kondisi jalan saat ini bisa dilalui, hanya saja tidak mulus, tapi jika wisatawan mau ke sana masih dimungkinkan untuk sampai di lokasi,” jelasnya.
Sementara untuk Pantai Paser Mayang, terdapat dua akses yang bisa dilalui. Pertama akses jalan melalui Desa Sandelai Kecamatan Kuaro dengan kondisi jalan berbatu. Kedua melalui penyeberangan pelabuhan Pondong Kecamatan Kuaro.
“Untuk akses darat belum rigit sampai di lokasi jadi masih berbatu, bisa juga menyeberang dari Pelabuhan Pondong,” ucap Muhsin.
Untuk Goa Tengkorak hingga saat ini pemerintah masih menutup wisata tersebut karena masih perlu dilakukan perbaikan pada tangga menuju goa.
“Kami masih sarankan tutup sementara, karena tangga kayu sebagai akses jalan utama menuju goa tengkorak masih dalam kondisi tidak baik,” paparnya.
Disporapar sudah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). “Kami harus koordinasi lebih dulu, supaya arah pembangunannya juga bisa menunjang sektor wisata di Paser,” tutup Muhsin.
Editor: Aspian Nur