“Sebagai fungsi DPRD untuk melaksanakan pembangunan daerah, kami harus menyampaikan hasil Pokir yang merupakan kajian permasalahan pembangunan daerah yang diperoleh berdasarkan rapat hasil penyerapan aspirasi melalui reses,” ucap Hendra.
Penyampaian hasil penelaahan Pokir DPRD Paser merupakan penyampaian secara simbolis karena sudaj dilakukan melalui aplikasi SIPD. “Karena secara riil kami sudah menyelesaikan input Pokir Paser melalui Aplikasi SIPD 23 Maret 2023,” sebut Hendra.
Adapun hasil data penelaahan Pokir DPRD Paser berdasarkan pada jumlah usulan yang diterima masing-masing Fraksi. Yakni Fraksi PKB 443 usulan, Golkar 619 usulan, Demokrat 449 usulan, PDIP 256 usulan, Gerindra 315 usulan, Nasdem 180 usulan.
“Setiap usulan yang telah masuk dalam SIPD, merupakan hasil pembahasan dan telaah dari setiap usulan yang masuk dalam Pokir DPRD Paser,” jelasnya.
Usulan dalam bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup dari hasil penelaahan Pokok-pokok Pikiran Anggota DPRD Paser terdapat 1.435 usulan dari total 2.262 usulan atau 63,44% dari total usulan. Adapun hasil penelaahan Pokir anggota DPRD Paser yaitu banyaknya kerusakan jalan, dan tidak semua wilayah memiliki jaringan jalan yang menghubungkan antar desa (konektivitas), tidak lancarnya drainase, terbatasnya akses air bersih bagi masyarakat, kurang tersedianya sarana penampung air bersih, tidak adanya akses penghubung jalan berupa jembatan dan gorong-gorong, kurangnya sarana dan prasarana persampahan,” jelasnya.
Kemudian dalam bidang perekonomian dari hasil penelaahan pokir Anggota DPRD Paser terdapat 466 usulan dari total 2.262 usulan atau 20,60% dari total usulan.
“Adapun hasil penelaahan Pokok-pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Paser yaitu rendahnya fasilitasi kemitraan bagi UKM, kurangnya sarana dan prasarana produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, masih rendahnya kompetensi dan keterampilan masyarakat untuk melakukan wirausaha,” terangnya.
Dilanjutkan lagi, dalam hal bidang Pengembangan SDM dari hasil penelaahan Pokir Anggota DPRD Paser terdapat 120 usulan dari total 2.262 usulan atau 5,31% dari total usulan.
“Adapun hasil penelaahan Pokir Anggota DPRD Paser yaitu kurangnya sarana dan prasarana penunjang peningkatan kualitas pendidikan dan utilitas sekolah, masih rendahnya kelayakan sarana dan prasarana Kesehatan, masih rendahnya kapasitas dan keterampilan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Untuk bidang Pemerintahan dari hasil penelaahan Pokir DPRD Paser terdapat 241 usulan dari total 2.262 usulan atau 10,65% dari total usulan.
“Adapun hasil penelaahan Pokir Anggota DPRD Paser yaitu masih rendahnya kelayakan beberapa rumah ibadah, belum tersedianya sarana dan prasarana rumah ibadah, masih kurangnya sarana dan prasarana bagi kelompok pengajian,” ungkapnya.
Diakhir penyampaiannya, Hendra Wahyudi berharap Penyusunan RKPD Kabupaten Paser Tahun 2024 bisa dilakukan Secara Sistematis Dan Efektif, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Paser.
“Diperlukan koordinasi, integrasi dan kolaborasi antara pelaku pembangunan baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat di daerah sehingga terwujud pembangunan yang berkelanjutan, terpadu dan terarah dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur