Seperti diketahui, banjir di Kabupaten Paser saat ini sudah sampai di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Tanah Grogot dan Desa Suatang Keteban, Kecamatan Paser Belengkong.
Lebih dari 360 rumah di Desa Tanah Periuk terdampak banjir, sementara itu di Desa Suatang Keteban, Kecamatan Paser belengkong terdapat lebih dari 120 rumah yang juga terdampak banjir.
"Ini sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap musibah yang dialami masyarakat saat ini, yakni masyarakat yang terkena musibah banjir," ucap Hj. Syarifah Masitah Assegaf, Senin (20/3/2023).
Masitah mengakui bahwa bantuan tersebut dikumpulkan melalui anggaran pribadi setiap pengurus. Ia berharap kondisi banjir tersebut bisa segera membaik. Mengingat musibah banjir saat ini masih dalam situasi debit air cukup tinggi.
"Semoga saja musibah yang saat ini dialami masyarakat bisa segera membaik, sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal kembali," terangnya.
Masitah juga mengatakan banjir tersebut memberi beragam dampak negatif, terutama bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, ia menyampaikan kepada masyarakat Kabupaten Paser agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan.
"Masyarakat harus bisa lebih waspada terhadap penyakit yang biasa timbul di saat musibah banjir terjadi. Di antanya penyakit kulit, diare, demam berdarah, gatal-gatal dan campak," imbaunya.
Adapun jenis bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 21 karung, telur sebanyak delapan rak dan mi instan sebanyak 15 kardus.
Ia menilai ke depan perlu dilakukan upaya bersama untuk mencegah terjadinya banjir. Terutama untuk diwilayah perkotaan, ia tidak menginginkan ketika hujan terjadi maka terjadi juga banjir di wilayah perkotaan.
"Harus ditangani bersama, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja, tapi juga perlu peranan masyarakat, terutama untuk diwilayah perkotaan yang beberapa kali terjadi banjir dikarenakan hujan deras dan air Sungai Kandilo sedang pasang," jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Gerakan Pramuka Peduli Kwarcab Paser Sudirman menyampaikan penyerahan bantuan sembako kepada korban banjir menjadi salah satu momen bagi anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Paser untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan.
"Sebagai salah satu cara kami mengajarkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan, semoga dengan ini dapat meringankan beban warga yang terkena musibah banjir," ujar Sudirman.
Editor: Koran Kaltim