Berjarak 131 km dari Ibu Kota Kabupaten Paser, perjalanan dari Tana Paser ke Desa Selerong akan memakan waktu tempuh lebih kurang sekitar 3 jam 35 menit dengan menggunakan kendaraan. Dan disepanjang perjalanan dimanjakan dengan pemandangan hutan yang mempesona dan air terjun yang ada di Gunung Rambutan. Perjalanan panjang ini akan terasa singkat dan mengasyikan.
Begitu sampai di Desa Selerong kita akan melanjutkan perjalanan lebih kurang 500 M menuju Sungai Loyu Bile dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan bermotor roda dua menyusuri jalan yang sudah disemenisasi selebar 1 M dengan pepohonan yang rindang disekitarnya.
Begitu sampai dilokasi rasa lelah akan terbayarkan, pengunjung bisa menikmati jernihnya air yang menyegarkan dengan arusnya yang kecil bahkan dapat bermain tubing atau berselancar menggunakan ban mengikuti arus sungai yang ada di antara rindangnya pepohonan yang masih asri.
Sungai Loyu Bile sendiri adalah tempat pemandian warga sekitar, terutama di sore hari banyak anak-anak sekitar yang bermain air di sungai. Berendam di air Sungai Loyu Bile akan memberikan sensasi dan kesegaran pada tubuh.
Dalam lingkungan masyarakat Desa Selerong yang ramah dan baik terhadap pengunjung, tentunya objek wisata air Sungai Loyu Bile sangat cocok untuk liburan keluarga.
Wisata air Loyu Bile sendiri mulai dikembangkan di tahun 2020. Saat itu Camat Muara Komam masih ditampuk oleh Bapak Abdul Rasyid sedangkan Kades Selerong Norjani.
Baik pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa menaruh perhatian serius terhadap pengembangan wisata air Loyu Bile, terutama dalam melengkapi fasilitas objek wisata seperti mushalla, parkir motor, dan WC umum.
Selain itu Loyu Bile nantinya juga bisa menjadi lokasi bagi pengunjung yang ingin menikmati malam ditemani suara merdu satwa disekitar dilengkapi dengan paket kulinernya.
Bagi yang hobi bersepeda juga akan disediakan penyewaan sepeda, permainan ATV, atau permainan sepeda motor roda empat, sedangkan bagi yang hobi panjat tebing ada spot yang bisa digunakan.
Sayangnya, pada tahun itu pula Indonesia mulai dilanda pandemi Covid-19. Untuk mencegah penyebaran virus berbahaya ini, Pemkab Paser menutup semua objek wisata, termasuk Loyu Bile.
Sekarang pandemi Covid-19 mulai mereda, sehingga pengembangan pariwisata yang menjadi salah satu program pembangunan Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf bisa mulai dipacu dalam mewujudkan Kabupaten Paser Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS). (*/kk)