“Penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan yang terhormat atas kebersamaan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah yang kita cintai ini. Berkat kebersamaan yang terus terpelihara dan dilandasi saling pengertian yang positif untuk kepentingan rakyat, dan pembangunan Kabupaten Paser,” ucap Fahmi Fadli.
Menurutnya, kebersamaan yang selalu terjalin. Akan berdampak langsung pada pelaksanaan pembangunan di Paser yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
Ditegaskan bahwa, penyusunan Rancangan Perubahan APBD tersebut telah disesuaikan dengan arah kebijakan pokok pembangunan Kabupaten Paser yang merupakan prioritas dan tertuang dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2022.
“Sebagaimana telah kami uraikan pada saat penyampaian nota keuangan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2022. Program prioritas pembangunan telah tertuang dalam KUA dan PPAS,” tegasnya.
Selanjutnya, Bupati Paser menjelaskan berbagai catatan penting yang diajukan oleh DPRD Paser. Terhadap catatan tersebut, dikatakan bahwa Pemkab Paser akan melakukan evaluasi. Hak tersebut dilakukan untuk memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki guna melaksanakan pembangunan.
“Dari berbagai catatan serta koreksi yang disampaikan oleh DPRD, terutama pada saat rapat antara Banggar DPRD dengan TPAD atau TAPD. Maka, antara aspek belanja dengan indikator dan tolok ukur kinerja dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Telah dilakukan pembahasan secara transparan dan akuntabel dalam suasana saling memahami tugas dan fungsi kedua lembaga,” ujarnya.
Kepada kepala perangkat daerah ia berpesan agar mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi seluruh sumber-sumber pendapatan, sehingga dapat mencapai target telah ditetapkan.
Selanjutnya berkaitan dengan kemampuan organisasi peraangkat daerah (OPD) dalam menyerap anggaran yang telah disediakan. Bupati Paser mengaku optimis pada seluruh OPD mampu menyerap anggaran secara maksimal. “Harus Optimis dan yakin bahwa program kerja OPD akan tercapai maksimal,”.
Sementara, berkaitan dengan antisipasi terjadinya permasalahan keterlambatan pada penyerapaan OPD pada semester satu. Ia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi lantaran perubahan sisitem pada penggunaan anggaran.
Diakhir penyampaiannya,Fahmi Fadli mengatakan saat ini untuk pelaksanaan realisasi program kerja masing-masing OPD hampir mencapai 50 persen. (*/kk)