Untuk mencapai Wisata Tahura Lati Petangis, dari Kota Tanah Grogot menempuh jarak 28 Kilometer (Km) dengan waktu sekurangnya 48 menit berkendara dengan sepeda motor. Setibanya di Desa Kaing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, pengunjung masuk ke jalan menuju Tahura di sebelah kanan jalan.
Saat hendak masuk Pengunjung akan menjalani pemeriksaan dari security. Hal tersebut dilakukan guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung saat berada di wisata Tahura Lati Petangis.
Di lokasi Tahura Lati Petangis, sejak pengunjung memarkirkan kendaraan, sudah dimanjakan dengan pemandangan kolam luas dengan berbagai fasilitas sarana permainan.
Kepala Bidang Pengelolaan Tahura, Teguh Haryanto menyampaikan, pengembangan rute wisata tersebut dilakukan guna mendukung wisata yang tengah dikembangkan. Yakni, wisata minat khusus, selusur hutan, pengamatan satwa, fotografi, mancing mania.
“Kami sudah melakukan pengembangan wisata di Tahura. Kami melihat untuk mendukung wisata ini, kami lakukan pengembangan tiga rute baru,” ucap Teguh, Minggu (4/9/2022).
Dijelaskan, wisata joging track arena bermain disediakan selain sebagai tempat bermain, juga di permak sebagai tempat wahana swafoto, sehingga pengunjung semakin dimanjakan dengan pemandangan indah arena bermain.
“Wisata joging track arena bermain, kami menyediakan berbagai fasilitas bermain dan titik swafoto bagi pengunjung,” ungkapnya.
Setelah pengunjung puas dengan pandangan dan segenap fasilitas joging track. Rute selanjutnya, pengunjung akan dibawa menuju menara pantau kebakaran, dengan jarak tempuh 1,5 Km dari lokasi joging track arena bermain.
Rute tersebut akan membawa wisatawan untuk menjelajah di hutan sekitar Tahura. Setiap wisatawan juga akan dimanjakan dengan pemandangan satwa liar yang hidup di kawasan Tahura.
“Rute menuju menara pantau kebakaran melintasi hutan. Disini wisatawan akan menikmati perjalanan dengan pemandangan hutan dan penampakan dari berbagai satwa liar yang berada di Tahura Lati Petangis,” jelasnya.
Setelah tiba di menara pantau kebakaran, pengunjung akan diajak untuk melanjutkan perjalanan menuju Kampung Batu. Di Kampung Batu tersebut terdapat hamparan padang batu besar.
“Dari menara pantau dilanjutkan perjalanan menuju kampung batu sejauh 1,5 Km. Disini pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan hamparan ratusan batu besar dengan berbagai hal menarik ditengah hamparan batu,” terangnya.
Namun demikian ia mengaku, rute tersebut belum bisa di jelajahi untuk saat ini. Karena, sampai saat ini pihak Tahura sendiri masih melakukan pembenahan terhadap fasilitas dan upaya safety bagi pengunjung.
“Saat ini kami masih melakukan perbaikan dan pembenahan pada fasilitas dikawasan jelajah ini. Selain itu keamanan pengunjung juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (*/kk)