PAD tahun Anggaran 2021 dapat terealisasi Rp270,12 miliar lebih, mengalami peningkatan dari target yang ditetapkan yakni Rp165,49 miliar. Realisasi PAD Paser tahun 2021 mengalami kenaikan dari tahun Anggaran 2020 sebesar Rp96,81 miliar.
“Realisasi PAD diterima melalui Pajak Daerah sebesar Rp48,07 miliar lebih, di atas target dari anggaran Rp40,09 miliar lebih. Dan mengalami kenaikan sebesar Rp14,80 miliar lebih dari realisasi tahun 2020 atau sekitar 44,50 persen,” terangnya.
Fahmi menambahkan, realisasi pendapatan dari Retribusi Daerah terealisasi sebesar Rp10,78 miliar lebih atau 109,53 persen, diatas target anggaran sebesar Rp9,84 miliar lebih. “Realisasinya mengalami kenaikan sebesar Rp1,25 milyar lebih atau 13,15 persen dari realisasi TA 2020 sebesar Rp9,52 miliar lebih,” sebutnya.
Kemudian untuk realisasi pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berupa Bagian Laba atas Penyertaan Modal kepada perusahaan daerah pada tahun 2021 terealisasi Rp5,03 miliar lebih atau 102,02 persen dari anggaran sebesar Rp4,93 miliar lebih dan mengalami kenaikan sebesar Rp874,31 juta lebih atau 21,00 persen dari realisasi TA 2020 sebesar Rp4,16 miliar lebih.
“Realisasi yang mengalami peningkatan ini, disebabkan meningkatnya deviden dari PT BPD Kaltim Kaltara dan ada setoran deviden dari Perusda Daya Prima, di mana pada tahun sebelumnya tidak menyetor deviden kepada Pemkab Paser,” ungkapnya.
Pendapatan deviden tersebut diperoleh dari PT BPD Kaltim Kaltara sebesar Rp4,93 miliar lebih dan dari Perusda Daya Prima sebesar Rp100 juta.
Sementara itu, Realisasi Pendapatan dari Lain-Lain PAD yang sah tahun 2021 adalah sebesar Rp206,23 miliar lebih atau 186,44 persen dari anggaran sebesar Rp110,61 miliar lebih dan mengalami kenaikan sebesar Rp79,88 miliar lebih atau 63,22 persen dari realisasi tahun 2020 sebesar Rp126,35 miliar lebih.
“Sumber pendapatan daerah selain berasal dari Pendapatan Asli Daerah, sebagian besar berasal dari Pendapatan Transfer,” ucapnya.
Dengan dilakukan penyerahan pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2021, maka diharapkan rancangan tersebut dapat menjadi bahan pembahasan bersama antara pemerintah dengan DPRD Kabupaten Paser.
Fahmi juga berkomitmen untuk bekerja lebih keras guna mencapai sasaran kegiatan pembangunan tanpa mengurangi sikap kehati-hatian dalam menjalankan program-program kegiatan yang telah direncanakan.
“Sikap tersebut merupakan salah satu upaya yang harus kita laksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan menuju Paser MAS, Maju, Adil, Sejahtera,” sebut Fahmi. (*/kk)