Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf hadir secara virtual. Tampak pula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Paser Amir Faisol, serta sejumlah Kepala perangkat daerah terkait.
Hj. Syarifah Masitah Assegaf mengatakan, butuh komitmen dalam pemenuhan kebutuhan anak untuk mewujudkan sekaligus mempertahankan KLA di Paser.
“Perlu komitmen dan strategi yang kita lakukan, karena anak merupakan aset sumber daya manusia yang harus mendapat perhatian penuh dari kita, mereka merupakan estafet kelangsungan masa depan bangsa ini,” ucap Hj. Syarifah Masitah Assegaf.
Komitmen Pemkab Paser untuk mewujudkan KLA terlihat melalui upaya penurunan angka stunting pada anak me-lalui peningkatan gizi balita, penurunan angka kematian ibu dan anak dengan menyediakan fasilitas rumah anak dan pojok baca mulai dari tingkat desa.
“Program lain menyediakan fasilitas sekolah inklusi untuk anak yang berkebutuhan khusus yang lengkap dengan tenaga pendidiknya di lima Sekolah Dasar dan satu Sekolah Menengah Pertama, menyediakan Informasi Layak Anak (ILA) yang mudah diakses anak dan aman bagi anak sesuai dengan usianya,” kata Masitah.
Kemudian untuk memenuhi kebutuhan anak, juga perlu dibuat rumah ibadah yang ramah terhadap anak agar mereka merasa nyaman saat beribadah.
“Membatasi iklan rokok dan membudayakan Kawasan Tanpa asap Rokok terutama di sekolah, perkantoran, rumah ibadah, ruang terbuka hijau, Fasilitas kesehatan juga upaya memenuhi kebutuhan anak,” ujarnya.
Lebih lanjut Masitah menerangkan, menggalakkan wajib belajar 12 tahun bagi anak juga merupakan upaya Pemkab Paser dalam memenuhi hak-hak anak. “Pemda juga perlu mengedukasi agar anak-anak tidak menikah di bawah umur,” sebut Masitah.
Pemkab Paser terus berkoordinasi dan mengevaluasi program dalam rangka mewujudkan KLA. Dia berpesan kepada perangkat daerah terkait agar melibatkan Forum Anak dalam pelaksanaan program KLA.
Ia juga mengingatkan agar segera dilakukan pembenahan beberapa indikator yang kurang untuk memenuhi kriteria penilaian KLA.
“Secepatnya akan dilakukan perbaikan dan evaluasi. Kami akan melakukan evaluasi kepada gugus tugas agar apa yang dilakukan nanti bisa langsung diterapkan sampai ke tingkat desa,” ungkapnya.
Diakhir penyampaian-nya, Masitah menyampaikan bahwa Pemkab Paser akan melakukan studi tiru ke daerah lain yang sudah menyandang predikat utama KLA.
“Termasuk penyiapan anggaran guna mendukung terwujudnya Paser sebagai Kabupaten Layak Anak,” pungkasnya. (*/kk)