“Pelantikan ini merupakan kewajiban kami untuk menjamin roda organisasi di setiap unit kerja tetap berjalan sebagaimana mestinya, karena sudah diketahui secara umum, bahwa banyak jabatan lowong di mana pejabat sebelumnya memasuki masa purna tugas,” ucap Fahmi Fadli.
Bupati Fahmi menekankan kepada pejabat yang berpindah tugas, agar meninggalkan tugas lamanya dengan lebih baik, sehingga tidak meninggalkan beban di lokasi kerja lama.
“Selanjutnya segera lakukan koordinasi dan penyesuaian dengan kondisi kerja yang baru, dan serah terima tugas kepada unit kerja yang ditinggalkan,” kata bupati.
Bupati menambahkan pergeseran jabatan tidak terlepas dari kinerja para pejabat yang selama ini.
Bupati Fahmi berharap dengan dilakukan pergeseran tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman bagi yang bersangkutan.
“Salah satu alasan saudara dipindahkan karena prestasi saudara, dan agar bisa lebih berkembang dan maju di instansi yang baru,” ungkapnya.
Fahmi juga mengingatkan, bahwa sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, setiap pegawai harus mampu bekerja cepat dan tepat. Manfaatkan setiap potensi dan sumber daya yang dimiliki, sehingga bisa mempercepat pencapaian realisasi program.
“Kita semua dituntut untuk bekerja cepat dan tepat serta dilandasi rasa tulus dan ikhlas dalam berbakti. Berikan pelayanan secara paripurna, bekerja dengan kesungguhan hati, dan jangan terlalu banyak mengeluh tentang keterbatasan sarana, prasarana dan sumber daya. Kita semua dituntut untuk bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal,” terangnya.
Di akhir pidatonya, Fahmi mengungkapkan bahwa seluruh pejabat yang pada saat itu dilantik telah melalui proses penilaian panjang.
“Semuanya berdasarkan penilaian pada kemampuan personal dan dianggap mampu untuk mengemban amanah sebagai jabatan yang saat ini di berikan. Saudara ditempatkan di tempat itu karena suatu alasan, dan karena memang dianggap cocok untuk unit organisasi itu,” tutup Bupati Fahmi.
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah