“Kami sudah berkoordinasi dan agen angkutan umum bersedia, mereka telah menyiapkan delapan unit armada angkutan umum darat,” jelas Inayatullah.
Diketahui selama ini Dishub Paser dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Paser sudah bekerjasama dengan Agen Kapal Perintis Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara sejak Desember 2021.
Agen angkutan darat yang menangani trayek Tanah Grogot-Pondong ditangani oleh CV Pasir Jaya Transport dengan menyediakan delapan armada.
“Semula ada 14 armada angkutan umum yang berjalan, tapi karena operasi secara terus menerus, saat ini hanya tersisa delapan angkutan umum,” paparnya.
Untuk trayek angkutan umum darat dari Tanah Grogot menuju Desa Pondong, Kecamatan Kuaro sepi peminat sehingga pihak agen angkutan umum mengakui pendapatan tidak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh. “Makanya mereka juga tidak berani melanjutkan trayek tersebut,” sebut Inayatullah.
Berkaitan dengan hal tersebut, Dishub Paser melakukan tindakan insidentil yaitu angkutan umum pedesaan dengan rute selain Tanah Grogot-Pondong. Jika mendapatkan penumpang dengan tujuan Pondong diperbolehkan untuk langsung mengantarkan penumpang.
“Ini alternatif insidentil yang bisa kami lakukan, semisal angkutan rute Kerang Tanah Grogot memiliki penumpang yang hendak menuju Pondong, bisa langsung diantar saja. Tapi ini bersifat sementara,” terangnya.
Terkait jadwal tiba dan berangkat kapal, ia mengakui pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak agen terutama berkaitan dengan permasalahan penjualan tiket kapal. Selama ini agen hanya menyediakan tiket di wilayah pelabuhan saja.
“Masih koordinasi, kami berharap agen kapal bisa membuka komunikasi dan menjualkan tiket tidak hanya di wilayah pelabuhan,” pungkas Inayatullah.
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur