Selain kabupaten Paser juga masih terdapat beberapa daerah lainnya di wilayah Kalimantan Timur yang juga masih berada di PPKM Level 3 yaitu Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Penajam Paser Utara dan Kota Bontang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, I Dewa Made Sudarsana menyampaikan, naiknya level PPKM karena faktor capaian vaksinasi dan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia.
“Ada beberapa kriteria, seperti vaksinasi, zona (status) dan kasus terkonfirmasi positif yang meninggal,” ucap I Dewa Made Sudarsana, Minggu (24/10).
Cakupan vaksinasi berpengaruh besar dengan status PPKM Level 3 di Kabupaten Paser. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim per 18 Oktober 2021, capaian vaksinasi Kabupaten Paser untuk dosis pertama 33,08 persen dan dosis kedua masih 19,06 persen.
“Terhitung rendah untuk capaian vaksinasi di wilayah Kabupaten Paser. Seharusnya capaian vaksinasi minimal sudah di angka 40 persen,” jelasnya.
Namun begitu, saat ini yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Paser tersisa dua pasien. Dirawat di Rumah Isolasi Panglima Sebaya Tanah Grogot dan sisanya menjalani isolasi mandiri.
“Untuk kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Paser saat ini rendah. Hanya terdapat 10 kasus,” ungkapnya.
Guna memperbaiki kondisi status PPKM, ia menyampaikan, bisa dilaksanakan dengan cara meningkatkan cakupan vaksinasi. Untuk itu, semua pihak diminta kerja sama.
“Vaksinasi ini menjadi tolok ukur yang sangat penting untuk dicapai. Kami juga berharap seluruh elemen bisa mendukung pencapaian vaksinasi. Kami juga sudah koordinasi dengan perusahaan untuk membantu,” pungkasnya.
penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Senin tanggal 25 Oktober 2021