Peristiwa itu sendiri terjadi terjadi pada 17 Oktober hari Minggu lalu jelang partai final.
Saat itu dua finalis sudah hadir di lapangan namun pertandingan tak kunjung digelar, tak ada panitia dan perangkat pertandingan padahal pertandingan untuk perebutan posisi ketiga dan keempat sudah berlangsung sebelumnya.
Namun, pelarian ketua panitia itu tidak berlangsung lama karena berhasil ditangkap polisi usai manajer tim yang hendak bertanding melapor ke apparat berwenang.
Terkait hal ini, Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Paser sangat menyayangkan terjadinya peristiwa memalukan ini, terlebih turnamen berlangsung secara terbuka dan diikuti tak hanya klub dari Paser tapi juga dari luar daerah.
“Tentu kami sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi di Paser, kami harap peristiwa ini tidak terulang kembali,” harap Sekretaris Afkab Paser Heru Dirgantara Selasa (19/10/2021) kemarin.
Ia juga mengaku peristiwa tersebut menjadi evaluasi bagi Afkab Paser. “Tentu ini menjadi bahan evaluasi kami bersama dalam kepengurusan,” ucapnya.
Penyesalan juga diungkapkan oleh Manajer Tim AMPG FC Dedi Darmawan yang mengaku curiga jadwal pertandingan final yang seharusnya dilaksanakan jam Sembilan malam hari Minggu itutidak kunjung dilaksankan. Bahkan wasit dan panitia pertandingan juga tidk berada di tempat.
“Makanya pertaandingan tidak dilaksanakan. Tapi pertandingan untuk memperebutkan juara 3 dan 4 sudah selesai. Tinggal pertandingan memperebutkan juara 1 dan 2,” ucap Dedi Darmawan.
Ia berharap peristiwa serupa tidak lagi terjadi. “Kami sangat menyayangkan peristiwa seperti ini, kenapa mesti terjadi, semoga saja ke depan tidak terulang kembali,” ujar Dedi.
Sementara itu pihak Polres Paser belum memberikan keterangan terkait perihal tersebut. Meski pelaku yang sekaligus ketua panitia pelaksana sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan.
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur