Dilanjutkannya, cakupan vaksinasi di Paser hingga saat ini mencapai 11,2 persen, dengan 23,542 capaian dari 209.559 sasaran. Vaksinasi lanjut usia (lansia) mencapai 15,2 persen, dengan capaian 2.099 dari 13.807 sasaran.
Cakupan vaksinasi petugas publik sebesar 80.6 persen, dengan 17,359 capaian dari 21,547 sasaran. Cakupan vaksinasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dengan presentasi 120.9 persen, dengan 2,109 capaian dari 1,745 sasaran.
Sedangkan cakupan vaksinasi masyarakat rentan dan umum terlihat masih rendah, presentasi 1,4 persen, dengan 1,961 capaian dari 144,292 sasaran. Cakupan vaksinasi usia 12-17 tahun dengan presentasi 0.0 persen dengan sasaran mencapai 28,168 sasaran.
Sementara untuk cakupan vaksinasi kumulatif dosis ke II mencapai 7,1 persen, dengan 14,908 capaian dari 209,559 sasaran. Dengan klasifikasi mulai dari cakupan vaksinasi lansia 11.6 persen lansia, dengan 1.597 capaian dari 13,807 sasaran.
Cakupan vaksinasi petugas publik sebesar 52.3 persen, dengan 11,270 capaian dari 21,547 sasaran. Cakupan vaksinasi SDMK dengan presentasi 116.7 persen, dari 2,037 capaian dari 1,745 sasaran. Cakupan vaksinasi masyarakat rentan dan umum sebesar 0.0 persen, dengan sasaran mencapai 144,292 sasaran. Cakupan vaksinasi usia 12-17 thn 0.0%, dengan 0 capaian dari 28,168 sasaran.
Amir menegaskan pihaknya akan tetap melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat yang belum melaksanakan suntik vaksin. Ia berharap tingkat partisipasi masyarakat juga bisa lebih meningkat. Sebab pelaksanaan vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan herd immunity.
“Pelaksanaan vaksinasi bisa dilaksanakan sesuai dengan berapa jumlah vaksin yang datang, yang jelas kami akan salurkan semua kepada masyarakat,” pungkasnya.
penulis : */Dwi CAhyo
Editor : Bambang Irawan