Kepala Dinkes Paser, Amir Faisol mengatakan vaksinasi guna memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pedagang agar memiliki kekebalan imun sehingga tidak tertular Covid-19.
“Secara kumulatif pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Paser baru sampai di angka 27 persen. Untuk meluaskan penyaluran vaksinasi, makanya kami laksanakan vaksinasi di lingkungan pasar.” jelasnya.
Pihak Dinkes sendiri menargetkan vaksinasi pedagang tersebut mencapai 1.735 orang. Sementara ketersedian dosis vaksin masih cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi kepada pedagang.
“Kami targetkan dari kalangan pedagang sebanyak 1.735 orang. Secara bertahap ini akan terus kami laksanakan. Apa lagi dosis vaksin masih tersedia dan siap untuk melayani vaksinasi kepada pedagang,” jelasnya.
Disisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Romif Erwinadi menginginkan partisipasi dari seluruh masyarakat Paser agar dapat mensukseskan jalannya vaksinasi. Ia menilai pedagang cukup antusias untuk mengikuti pelaksanaan vaksinasi, namun setiap pedagang perlu menyesuaikan waktu, antara berdagang dan mengikuti vaksin.
“Antusias pedagang cukup bagus. Mesti kita lanjutkan pelaksanaan vaksinasi massal ini mungkin di Kandilo Plaza atau ditempat lain,” ujarnya.
Ia juga berencana untuk syarat bagi pedagang yang ingin menempati kios di Pasar Induk Senaken tersebut, dengan dibuktikan melalui sertifikat Covid-19.
“Kami akan sampaikan ke Bupati nanti, jika pedagang yang ingin menempati lapak baru wajib memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19. Jika dikemudian hari ada pedagang yang menolak untuk vaksinasi, maka kios yang baru tersebut tidak akan diberikan. Kecuali, ada alasan kesehatan, sehingga tidak diharuskan untuk melakukan vaksinasi,” pungkasnya.
Penulis : */dwi cahyo
Editor : Bambang Irawan