Dengan adanya dua kasus tersebut maka sudah menjadi keharusan bagi Pemkab Paser, khususnya puskesmas maupun lintas sektoral lainnya, segera menyikapi dan melakukan langkah strategis guna mencegah terjadinya meluasnya kasus DBD ini.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Paser, Eko Ariyanto menyampaikan pihaknya selalu berupaya agar tak ada masyarakat yang terjangkit DBD.
“Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mencegah masyarakat terjangkit DBD, mulai dari sosialisasi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kami Juga telah membentuk kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) tiap satu rumah,” ucap Eko , Jumat (21/5).
Dilanjutkannya, kader Jumantik merupakan salah seorang penghuni rumah yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mendata atau mengecek, tempat-tempat rawan adanya jentik nyamuk aedes aegepty.
“Dengan adanya Jumantik di setiap rumah, maka bisa terdata secara akurat daerah rawan adanya jentik nyamuk. Seperti bak penampungan air. Kemudian secara intens juga melakukan pembersihan lingkungan rumah,” jelasnya.
Upaya pemberantasan nyamuk melalui program abate dan fogging, Eko tidak semerta-merta merekomendasikan hal tersebut. Sebab program tersebut hanya memberantas nyamuk saja, tapi tidak dengan telur nyamuk.
“Penaburan abate dan fogging tidak bisa sembarangan dilakukan. Bisa dilakukan kalau ada kasus. Tapi jika tidak ada kasus bisa dilakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi dan meminta penerapan 3M. Yakni Menutup bak penampungan, Menguras secara berkala dan Menimbun kaleng bekas,” jelasnya.
Untuk melakukan pencegah dan mengatasi DBD tentunya harus saling bersinergi, baik pihak Dinkes maupun lintas sektoral lainnya harus lebih aktif lagi dan menekankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain menimbun, juga membersihkan rumah, serta warga aktif melaksanakan kerja bakti massal (KBM) membersihkan lingkungan.
“Umumnya ini kasus DBD terjadi di lingkungan yang dekat hutan hutan. Jadi kami minta kader Jumantik ini aktif melakukan pengecekan kebersihan rumah,” pungkasnya.[]
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Rusdi