Pernyataan tersebut diutarakannya pada saat melaksanakan penanaman perdana di area Kesultanan Paser, Desa Sangkuriman, Kecamatan Pasir Belengkong, Minggu (4/4).
“Kami mengapresiasi atas gerakan petani muda Paser yang tergabung dalam Atap Daun Edukasi. Mereka sebentar lagi akan melaksanakan seminar berkaitan dengan pembudidayaan tanaman porang. Sebagai bentuk dukungan kami terhadap gerakan ini, maka kami melakukan penanaman perdana Porang di tanah Sultan Kesultanan Paser,” ucap Sultan Muhammad Almasyah III, gelar Aji Muhammad Jarnawi.
Menurutnya, tanaman porang memiliki nilai jual yang tinggi di pasar ekspor. Selain itu banyak manfaat dan kegunaan porang yang diperkirakan jika dikelola secara maksimal dapat memberikan efek yang baik. maka Jarnawi mengajak masyarakat menanam porang untuk mewujudkan masyarakat mandiri secara ekonomi.
“Porang punya harga yang mahal, maka perlu bersama-sama untuk menjadi bagian yang dapat menikmati manfaat dari tanaman porang ini. Secara geografis tanaman ini mudah tumbuh di Paser, selain itu tanah kita sangat subur, dan sangat cocok untuk tanaman porang,” terangnya.
Porang juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan juga sebagai bahan baku pembuatan kosmetik. Sehingga daya permintaan permintaan pasar akan kebutuhan porang dunia sangat besar. Untuk itu, Ia menegaskan masyarakat Paser tidak perlu ragu dimana akan menjual hasil panennya.
“Pihak Atap Daun Edukasi perjanjian kerjasama dengan perusahaan yang siap membeli umbi porang dalam skala besar, dan harga umbi porang per hari ini mencapai 6-8 ribu perkilogramnya, dengan usia tanam hingga panen relatif singkat. Jadi, tidak perlu ragu untuk menanam,” tandasnya.
Untuk mendukung kesuksesan perkembangan porang, Kesultanan Paser sendiri tengah mempersiapkan sebidang lahan yang mencapai 200 hektare yang siap untuk ditanami porang.
“Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar bersama, dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Paser. semoga saja perkembangan Porang di Kabupaten paser bisa mendukung percepatan perkembangan perekonomian di Kabupaten Paser,” pungkasnya.
Penulis : */ Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan