Dengan adanya Pojok UKM tersebut, setiap pelaku UMKM di Kabupaten Paser juga bisa memanfaatkan untuk melakukan upaya pengembangan terhadap usaha yang dijalankan. Sebab Pojok UKM untuk mewadahi seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Paser.
Kepala Disperindagkop UKM Paser, Chandra Irwanadi menuturkan keberadaan pojok UKM bertujuan untuk mewadahi pelaku UMKM se-Kabupaten Paser. Semenjak mewabahnya Pandemi Covid-19 pelaku UMKM semakin tumbuh pesat.
“Banyak hal yang menyebabkan pertumbuhan pelaku UMKM di Kabupaten Paser yang semakin meningkat. Apalagi di tahun 2020 ini pelaku UMKM di Kabupaten Paser semakin meningkat tinggi,” ucap Chandra Irwanadi. Kamis (25/2).
Dilanjutkannya, peningkatan pelaku UMKM semenjak pandemi mencapai angka 24 ribu orang. Hal tersebut disinyalir dengan adanya bantuan Rp2,4 juta kepada pelaku UMKM. Kemudian ditambah lagi dengan adanya Pemberhentian kerja dari perusahaan dan diberlakukannya Work From Home (WFH).
“Tahun 2019 angkanya 10 ribu dan tahun 2020 meningkat menjadi 24 ribu UMKM. Mungkin saja ini dikarenakan dengan adanya bantuan anggaran bagi para pelaku UMKM dan juga adanya PHK serta pemberlakuan WFH. Sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan usaha dari rumah,” paparnya.
Ia juga menyampaikan meningkatnya para pelaku UMKM bisa didata melalui program Pojok UKM dan aplikasi UKM Taka, yang saat ini telah di kembangkan Disperindagkop Kabupaten Paser. Ia berharap dengan paya tersebut, pemerintah bisa membantu perekonomian masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Kami harap melalui UMKM yang saat ini sedang dijalankan oleh masyarakat bisa tetap bertahan. Dengan program yang kami kembangkan ini kami harapkan dapat mendukung perkembangan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
penulis : */ DwI Cahyo
Editor : Bambang Irawan