Tingginya antusias tim membuat panitia pelaksana harus membatasi jumlah peserta yang akhirnya hanya diikuti enam tim untuk SSB Usia dibawah 10 Tahun (U-10) dan empat tim untuk U-12.
Kepala Desa Senaken, Bambang mengatakan turnamen tersebut merupakan bentuk pembinaan yang dilakukan demi mendapatkan pemain berprestasi. “Kami punya pemain usia muda yang memang dipersiapkan untuk jadi pemain sepakbola. Turnamen yang kami gelar sebagai pembinaan kepada mereka,selain laga persahabatan antar SSB juga mengasah kemampuan,” sebut Bambang Minggu (3/1/2021) kemarin.
SSB Santoz sudah melakukan pembinaan pemain terlebih dahulu, namun karena situasi pandemi Covid-19, maka upaya itu sedikit terhambat. “Pembinaan dilakukan melalui SSB Santoz. Turnamen baru bisa kami gelar sekarang karena saat ini masih dalam situasi Covid-19. Makanya peserta juga kami batasi,” kata Bambang lagi.
Turnamen yang digelar merupakan salah satu bentuk dukungan Pemdes Senaken terhadap dunia olahraga di Paser, khususnya sepakbola.
“Kami sangat memdukung perkembangan olahraga di Paser, salah satunya sepakbola. Semoga saja olahraga lainnya juga tetap mendapat dukungan dari masyarakat,” harapnya. (*)
Penulis: */Dwi Cahyo
Editor: Aspian Nur