"Setiap anggota PSHT selalu menjaga jalinan persaudaraan dengan sangat erat. Ini yang sangat membantu menjaga persatuan dan kesatuan di negeri ini. Semoga saja hal ini tidak pernah tergerus dan akan tetap terjalin," ucapnya.
Berkaitan dengan fasilitas yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, ia mengaku bahwa hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan Kodim 0904/Tng terhadap setiap kelompok masyarakat. Namun meski demikian, ia tetap menekankan untuk melaksanakan pencegahan terhadap potensi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
"Ini bagian dari pembinaan kami terhadap masyarakat. Semoga saja dengan upaya ini, masyarakat semakin kompak dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Terpenting lagi ialah penerapan protokol kesehatan," katanya.
Sementara Ketua PSHT Cabang Paser, Waan mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap lima tahun sekali untuk mencari pemimpin di periode kepengurusan selanjutnya."Kegiatan ini merupakan kegiatan internal PSHT untuk tetap menjaga dan merawat jalinan kekeluargaan di dalam PSHT sendiri. Disini kami akan melaksanakan musyawarah untuk memilih pemimpin PSHT Cabang Paser di periode selanjutnya,"ujar pria yang biasa disapa Mas Waan ini.
Disinggung terkait prestasi PSHT untuk Kabupaten Paser, ia mengatakan PSHT Cabang Paser telah berupaya untuk mendidik pesilat hingga sukses membawa nama Kabupaten Paser di ajang nasional."Kami masih terus berupaya agar ada atlet silat PSHT yang mampu membawa nama Kabupaten Paser sampai ke tingkat nasional. Di tahun lalu ada satu atlet asal Desa Senaken yang masuk juara III di tingkat nasional," jelasnya.
Atlet pencak silat asal Kabuapten Paser tersebut terang dia, membawa nama Kabupaten Paser melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP. Untuk itu, kedepan Waan mengaku akan tetap berusaha untuk melakukan pembinaan terhadap setiap pelajar di Paser, guna dipersiapkan sebagai atlet yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Paser hingga di ajang nasional.
"Pembinaan masih tetap kami berikan hingga saat ini. Tapi karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga upaya pembinaan menjadi sedikit terkendala. Tapi masih ada beberapa rayon yang tetap melaksanakan pelatihan," pungkasnya.
Penulis : */Dwi cahyo
Editor : Bambang Irawan