Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Paser, Ina Rosana menyampaikan pihaknya menggelar high level meeting jelang akhir tahun ini untuk mengantisipasi gejolak inflasi.
“Untuk itu TPID Paser sudah mengantisipasi terhadap gejolak harga pasar, sehingga inflasi di akhir tahun 2020 ini masih terkendali,” ujar Ina, Senin (14/12).
Pada rapat tersebut disampaikan kerja keras petani mampu memberikan hasil surplus untuk beras. Sehingga dapat diperkirakan kondisi pangan di akhir tahun dapat tetap terjaga. Menurutnya keberhasilan tersebut berkat kerja keras petani di wilayah Kabupaten Paser.
“Jumlah peningkatan beras ini diprediksi terus meningkat hingga akhir tahun 2020 ini dan masuknya awal tahun 2021. Semoga saja dengan peningkatan produktifitas beras ini mampu memenuhi kebutuhan beras bukan hanya di lingkungan Kabupaten Paser,” ucapnya.
Hal tersebut juga diungkapkan kantor seksi urusan logistik (Kansilog) Tanah Grogot, Panji Lintang. Ia mengaku stok persediaan kebutihan seperti gula, daging, beras, tepung dan beberapa jenis lainnya masih dalam kondisi aman.
“Kepala Kansilog tadi juga sudah memastikan bahwa kondisi persediaan di gudang Bulog masih aman. Bahkan nanti akan ada tambahan stok lagi,” jelasnya.
Kepala Dinas Perikanan Paser, Sadaruddin menuturkan selain sektor pertanian selama pandemi Covid-19 jenis ikan yang masuk ke Paser mengalami penurunan. Tapi ikan dari nelayan lokal tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan termasuk untuk luar daerah.
“Tadi disampaikan juga dari Kafis Perikanan bahwa dari sektor perikanan nelayan dan pembudidayaan juga ada peningkatan. Tentu ini bisa menjadi potensi kedepan yang bisa di kembangkan,” pungkasnya.
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan