Saat salah satu solusinya yakni melalui sistem daring. Namun proses pembelajaran tersebut sangat bergantung pada pelayanan jaringan internet. Sementara itu terdapat beberapa desa yang sulit bahkan tidak mendapatkan fasilitas internet.
Peserta didik di sejumlah desa maupun dusun atau kampung yang tersebar di 10 kecamatan, harus naik ke puncak bukit untuk mendapatkan sinyal, agar tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar.
“Di desa kami sulit mendapatkan jaringan telekomunikasi, terlebih lagi saat ini seluruh pelajar harus melaksanakan pembelajaran secara darin,” ucap Kepala Desa Tanjung Pinang Kecamatan Muara Samu, Adi Saputra.
Ada tempat yang biasanya terdapat jaringan telekomunikasi. Namun lokasi tersebut berjarak kurang lekih lima kilometer dari desa.
“Ada tempat yang biasanya ada jaringan, tapi ya harus keluar desa dulu baru bisa,” ungkapnya.
Hal tesebut juga dialami Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Paser, Abdul Kadir.
Ia mengakui di beberapa desa kondisi sinyal memang masih sulit diakses. Bahkan Diskominfo dan Persandian Paser sudah lama mengusulkan agar perusahaan provider membangun tower.
“Usulan pembangunan tower telekomunikasi sudah dilakukan. Tapi sampai sekarang masih ada kendala sehingga seluruh desa belum bisa terjangkau signal handphone,” ucap Abdul Kadir, Selasa (25/11).
Dilanjutkannya, belum lama ini Wabup Paser, H Kaharuddin bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan telah menyampaikan secara langsung permohonan pengadaan tower kepada GM Telkom Balikpapan saat kunjungan ke Paser.
“Semoga saja bisa segera terealisasi,” harapnya.
Penulis : */Dwi Cahyo
Editor : Bambang Irawan