Saat ini pihak perusahaan telah menyetujui dan bersedia mengeluarkan lahan seluas 10 hektare dari usulan HGU. Pihak perusahaan telah menyerahkan lahan 10 hektare dengan titik Gunung Boga di dalamnya kepada Pemkab Paser untuk dikembangkan sebagai salah satu sektor wisata.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Desa Luan Sukatmin telah merencanakan pembangunan untuk meningkatkan infrastruktur di kawasan Gunung Boga.
“Permasalahan lahan sudah selesai dan saat ini lahan ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Paser untuk bisa dikembangkan sebagai sektor wisata. Kami sudah merencanakan beberapa pembangunan awal di tahun 2021,” ucap Sukatmin, Minggu (1/11).
Ia berencana akan menggunakan Dana Desa (DD) untuk melaksanakan pembangunan di kawasan yang dijadikan para wisatawan sebagai tempat untuk melihat fenomena alam berupa embun yang tebal menyerupai awan, sehingga tampak seolah pengunjung sedang berada diatas ketinggian awan.
“Rencananya nanti untuk lantai akan kami pasangkan paving blok, supaya tidak lagi becek. Kemudian kawasan tenda bagi pengunjung yang bermalam akan kami pindahkan, jadi di wilayah puncak Gunung Boga ini nanti tidak semerawut dengan tenda pengunjung,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya mulai saat ini juga telah siap untuk melakukan pengembangan terhadap wisata yang dikenalkan dengan nama Saing Jaon. Diantaranya infrastruktur jalan dan beberapa fasilitas lainnya.
“Yang kami utamakan juga permasalahan jalan menuju ke Gunung Boga ini. Saat ini kalau hujan jalannya jadi licin, jadi pengunjung tidak bisa menggunakan kendaraannya sampai diatas. Kami juga nanti akan siapkan lokasi parkir, fasilitas MCK dan fasilitas lainnya,” paparnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah mendukung upaya pengembangan wisata Gunung Boga. Ia berharap wisata tersebut bisa tetap menjadi perhatian besar masyarakat Kabupaten Paser.
“Kami juga berterima kasih kepada pihak perusahaan yang sudah bersedia menyerahkan lahan di kawasan gunung boga kepada pemerintah. Semoga saja wisata ini tetap menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.
Penulis : */DwiCahyo
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Senin tanggal 02 November 2020