Rabu, 19/08/2026
Rabu, 19/08/2026
Atlet asal Kaltim yang berhasil memboyong tig medali emas dalam Indonesia Muaythai Championship (IMC) di Bekasi, Jawa Barat belum lama ini (istimewa)
Rabu, 19/08/2026

Atlet asal Kaltim yang berhasil memboyong tig medali emas dalam Indonesia Muaythai Championship (IMC) di Bekasi, Jawa Barat belum lama ini (istimewa)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Prestasi atlet usia dini menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi Muaythai Kalimantan Timur (Kaltim).
Tiga medali emas yang diraih kontingen Benua Etam pada Indonesia Muaythai Championship (IMC) di Bekasi, Jawa Barat, 4–9 Agustus 2026, menunjukkan munculnya bibit-bibit baru yang berpotensi memperkuat skuat Muaythai Kaltim di masa mendatang.
Tiga emas tersebut dipersembahkan M. Angkasa Abdurahman dari kelas U-14 38 kilogram, Chalista Alfarida Abdurahman pada kelas U-10 26 kilogram, serta Sandiego Nababan di kelas U-10 32 kilogram.
Angkasa tampil dominan saat menghadapi wakil Jawa Barat. Sementara Chalista mampu mengatasi lawannya dari tuan rumah melalui ketepatan dan kecepatan gerakan sejak ronde awal.
Adapun Sandiego meraih emas setelah tampil tenang menghadapi wakil DKI Jakarta. Ia mampu mengendalikan pertandingan hingga wasit memastikan kemenangan berada di tangan atlet Kaltim.
Selain tiga emas, Kaltim juga membawa pulang satu medali perunggu melalui Baktisyah Buswar pada kategori Wai Khruu. Nomor tersebut menguji kemampuan atlet dalam menampilkan gerakan tradisional Muaythai yang sarat makna penghormatan.
Sekretaris Umum Muaythai Indonesia Kalimantan Timur, Rony Abdurrahman, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran positif terhadap proses pembinaan atlet usia dini di daerah.
Menurutnya, keberhasilan atlet muda menembus persaingan nasional penting untuk mengukur sejauh mana pembinaan yang selama ini dilakukan mampu melahirkan generasi penerus.
“Capaian ini akan menjadi bahan evaluasi utama dalam persiapan menghadapi PON beladiri,” ujarnya.
Rony menilai hasil di IMC tidak boleh hanya dilihat dari jumlah medali yang diperoleh. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan teknik, mental bertanding, serta kesiapan atlet muda menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Kemenangan atas atlet dari Jawa Barat dan DKI Jakarta juga menjadi modal penting bagi Muaythai Kaltim untuk terus membangun regenerasi. Para atlet usia dini tersebut diharapkan dapat dipoles secara berkelanjutan sehingga nantinya mampu menjadi bagian dari kekuatan Kaltim pada berbagai ajang nasional.
Dengan munculnya sejumlah nama baru dari kelompok usia dini, pembinaan Muaythai Kaltim kini tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga mulai menyiapkan fondasi atlet untuk beberapa tahun ke depan.
Editor: Erwin
Rabu, 19/08/2026
Atlet asal Kaltim yang berhasil memboyong tig medali emas dalam Indonesia Muaythai Championship (IMC) di Bekasi, Jawa Barat belum lama ini (istimewa)
TERPOPULER