Dalam beberapa tahun terakhir, ujarnya, ekonomi Kaltim terus menunjukkan perbaikan, seperti pada 2022 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,48 persen dengan inflasi sebesar 5,35 persen.
Kemudian pertumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 6,22 persen dengan tingkat inflasi 3,46 persen, dan akhir 2024 diprediksi pertumbuhannya diperkirakan sebesar 6,85 persen dengan tingkat inflasi 3,29 persen.
Meski pertumbuhan ekonomi Kaltim 2025 diperkirakan tinggi, namun berbagai pihak harus tetap waspada dan ini harus dicarikan solusi, karena ekonomi Kaltim masih didominasi dari lapangan usaha penggalian dan pertambangan, kemudian pasokan bahan kebutuhan pokok masih dari Benua Etam.
"Selain itu, tingkat kemiskinan Kaltim masih 6,11 persen dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,75 persen. Kondisi ini memang tidak terlalu mengkhawatirkan, namun melalui dialog publik ini saya ingin kita sama-sama merumuskan agar kemiskinan dan TPT Kaltim terus menurun," sebutnya.
Aji menawarkan beberapa konsep yang direkomendasikan bisa digunakan calon Gubernur Kaltim yang akan akan mengikuti Pilkada Kaltim 2024, siapapun yang terpilih, rekomendasi tersebut akan ditawarkan.
Sejumlah konsep yang telah ia susun, bahkan telah dibuat matriks hingga rencana kerja dan tindak lanjut tersebut meliputi kerja sama antarprovinsi di Kalimantan, Kawasan Timur Indonesia, kabupaten/kota, hingga kerja sama dengan IKN.
Juga disiapkan rekomendasi beberapa ruang lingkup persiapan Kaltim untuk berperan di IKN, mulai dari kebijakan yang dikuatkan dengan regulasi, pengelolaan perusahaan daerah, strategi usaha yang dibagi dalam berbagai zona, hingga rencana aksi.
Editor: Aspian Nur