"Kita akan undang nanti para sultan dan raja di Kaltim untuk membicarakannya intern. Kita mau raja-raja di Kaltim menjadi hostnya festival raja-raja dan sultan se nusantara nantinya," ucapnya.
Pj Akmal Malik menegaskan kunjungan ke Kesultanan Gunung Tabur maupun Kesultanan Sambaliung adalah tradisi untuk menghormati para tetua maupun orang- orang yang ditokohkan di suatu daerah.
"Kita hari ini melihat kearifan lokal sekaligus bersilaturahim selain untuk meminta doa restu agar selama kegiatan di sini sukses juga untuk mempererat persaudaraan," katanya.
Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini mengungkapkan rasa syukurnya, karena kedua kesultanan masih eksis sama seperti beberapa kesultanan lainnya di Kaltim. Menurutnya, perhatian serta komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga kearifan lokal yang sesuai amanat konstitusi bahwa negara menghormati kearifan lokal sepanjang masih hidup.
"Kearifan lokal menjadi spiritnya masyarakat disini untuk ikut membangun daerahnya," jelas Akmal dilansir dari website Diskominfo Kaltim pada Minggu (17/12/2023).
Diharapkannya, Pemerintah Kabupaten Berau berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim melalui instansi teknisnya bisa mendorong meningkatnya kunjungan masyarakat, terutama siswa-siswi sekolah ke pusat-pusat budaya seperti keraton kesultanan dan museum.
Terlebih saat ini, Pemerintah sudah menggaungkan program Merdeka Belajar bagi siswa-siswi sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
Editor: Maruly Z