Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik) Kutim, Ery Mulyadi mengatakan program Smart City merupakan visi misi yang menjadi program unggulan bupati dan wakil bupati yang harus benar-benar diimplementasikan.
“Kemajuan teknologi informatika tidak dapat kita hindari. Kita juga tidak bisa menunda digitalisasi dalam pemerintahan atau E-Government. Pelayanan pun harus smart. Juga surat menyurat sudah serba elektronik. Di masa pandemi Covid-19, kita diminta untuk tidak kontak langsung, dan hal seperti ini sudah harus menjadi kebiasaan kita,” papar Ery saat menerima kunjungan Anggota Komisi IV DPRD Kukar, belum lama ini.
Ery menyebut ada 5 program unggulan yang diterapkan pada Smart City. Di antaranya, Program Smart City yang sudah berjalan yang pertama di Polder Ilham Maulana, Kedua yaitu smart government di Bappeda yaitu penganggaran.
Ketiga, di bidang pendidikan terutama aplikasi SIMAKSIRU. Keempat, PBB online, dan kelima adalah satu data Indonesia. Kelima hal tersebut, menurut Ery, sudah berjalan dan akan terus ditingkatkan.
"Banyak komponen yang ada dalam Smart City. Untuk mewujudkannya, memang tidak bisa semuanya langsung, satu per satu kita laksanakan. Seperti di bidang pendidikan sejauh ini sudah berjalan lancar apalagi di tengah pandemi kemarin,” bebernya.
Adapun 6 pilar Smart City, lanjut dia, di antaranya smart government atau tata kelola pemerintahan cerdas, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment atau pengelolaan lingkungan cerdas.
Sekretaris Diskominfo Kutim, Ronny Bonar H Sibu-rian menambahkan, smart city tak hanya soal tentang IT. Ia menyebutkan smart city justru menunjukkan suatu daerah itu bagaimana berkembang dan melakukan inovasi sehingga bermanfaat langsung ke masyarakat.
“Jadi smart city itu jangan berasumsi bahwa semuanya tentang IT. Tapi bagaimana suatu daerah melakukan inovasi sehingga masyarakat bisa langsung merasakannya,” tukasnya. (*/)