Terkait hal ini, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menuturkan sektor agribisnis belum dapat menopang ekonomi daerah meskipun sektor tersebut yang selalu digaungkan sejak pemerintahan sebelumnya.
Pemkab Kutim kembali menggagas agar agribisnis ini benar-benar dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat karena belum terlihat efek dihasilkan.
“Jadi mulai dari perkembangan industri hilir hingga pertumbuhan ekonomi. Maka yang digenjot saat ini adalah konsep pengembangan industri hilirnya,” ujar Ardiansyah.
Membuat pabrik sabun dan kosmetik yang semuanya berbahan dasar kelapa sawit pun coba dikembangkan, ditopang dengan infrastruktur untuk memudahkan akses distribusi barang juga akan dibangun.
“Tentunya sebagai pendukung pengembangan sektor agribisnis sebagai roda ekonomi daerah dapat berjalan dengan cepat,” harapnya.
“Hal ini saya pastikan akan terus berproses tiap tahunnya untuk menyambut terbukanya kembali pasar Uni Eropa untuk membeli CPO (crude palm oil) dari Indonesia,” paparnya.
Nanti adanya penerapan standar nasional melalui Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) akan berlaku pada petani sawit mandiri ataupun plasma.
“Agar daya saing hasil panen dapat setara dengan milik perusahaan. Tentunya Kutim sudah memastikan mengikuti standar itu,” bebernya.
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur