“Saya apresiasi Dinsos inisiator kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi kawan-kawan penyandang disabilitas dengan program BERDIKARI yaitu pemBERdayaan DIsabilitas melalui KolAboRasi dan Inklusi,” kata Thaufiq.
Dalam teknis dirinya memberikan pelatihan dan memaparkan materi terkait kewirausahaan, Thaufiq mendatangi satu persatu bergantian secara berurutan kawan-kawan disabilitas yang menjadi peserta. Thaufiq menyapa dan menanyakan aktivitas apa yang saat ini sedang ditekuni, kemudian apakah baru memulai atau mungkin sudah ada jenis usaha yang sudah dilakoni secara serius. Selanjutnya Thaufiq juga memberikan saran dan masukan kepada peserta terkait kiat-kiat sukses menjadi wirausaha yang andal.
“Masyarakat yang dianggap memiliki keterbatasan. Tapi sebenarnya mereka ini punya keunggulan yang tidak kalah daripada yang tidak disabilitas. Nah, kesempatan mereka untuk menjadi pelaku UMKM itu sama. Sama besarnya kemudian malah bisa ada keunggulan yang mereka miliki untuk dikembangkan,” terangnya.
Sesekali dalam memberikan paparan materi, Thaufiq selalu menyelipkan guraun khas-nya yang acap kali mengundang tawa lepas para peserta. Dengan metode pelatihan seperti ini seluruh peserta tampak antusias. Dalam menyampaikan pesannya kepada peserta, Thaufiq turut didampingi pengurus PPDI Kukar untuk menerjemahkan percakapannya kepada penyandang tuna rungu dan tuna wicara.
“Jadi pemerintah dalam hal ini dinas sosial menginisiasi untuk mereka ini dilatih menjadi wira usaha. Sudah saya dalami mereka ini umumnya sudah ada yang memiliki usaha, namun ada juga yang belum memiliki usaha. Tapi kalau aktivitas mereka ini ada, aktivitasnya ada tapi yang untuk dijadikan usaha itu ada yang sudah ada juga ada yang belum,” jelasnya. (*)