“Membangun koperasi khusus, nah itu saya tawarkan jika memang itu perlu kita buat atau kita bentuk kooperasi khusus disabilitas. Sehingga ada usaha-usaha lain yang bisa dilakukan secara komunitas bisa mereka lakukan,” ucap Thaufiq.
Usulan koperasi disabilitas ini ditawarkan Plt Kadiskop UKM karena melihat semangat untuk mandiri bagi kawan-kawan penyandang disabilitas yang terhimpun ke dalam PPDI Kukar. Namun terbentuk ataupun tidak, nantinya akan tergantung pada kesepakatan dari seluruh anggotanya, dalam hal ini adalah penyandang disabilitas Kukar. Selain melihat dari semangatnya kawan-kawan disabilitas, Thaufiq juga merasa takjub bahwa ada salah satu produk unggulan kawan-kawan disabilitas yang kualitasnya menembus pasar internasional yakni akan dipasarkan di jerman yakni berupa ukiran kain batik dari disabilitas.
Selain koperasi, dirinya juga mendorong agar kedepan Kukar memiliki rumah produksi lokal untuk membuat kain batik. Seperti diketahui bersama saat ini batik-batik yang diproduksi oleh pengrajin asli Kukar termasuk oleh kawan-kawan disabilitas Kukar proses produksinya masih dilakukan di pulau Jawa.
“Memang rumah produksi batiknya di Kukar ini akan kita terus upayakan mungkin tidak tahun ini karena memang keterbatasan anggaran tapi akan kita wujudkan itu. Jadi talent-talent mereka yang sudah kita latih membatik tadi akan kita kembangkan fasilitasi dengan adanya rumah produksi di Kutai Kartanegara tidak diproduksi di luar,” tegasnya.
“Sehingga keinginan mereka untuk terus berkreativitas tadi ada tempatnya ini dan nanti kan hasilnya kita daerah juga yang nanti menggunakan itu. Dengan rasa bangga bahwa ini produksi Kutai, dipakai oleh orang Kutai, dan ada di Kutai Kananegara akan dipasarkan sampai pasar internasional,” timpal Thaufiq. (*)