“Kita kemarin barusan pertemuan lagi dengan kawan-kawan PPDI untuk clearing data yaitu membersihkan data menemukan data yang ganda, data anomali itu kita temukan dan dibersihkan semuanya,” kata Sunarko kemarin.
Ia mengungkapkan setelah dibersihkan, maka langkah lanjutannya akan membahas lagi dengan teman-teman PPDI mana dulu dari data disabilitas yang sudah terhimpun secara tepat tadi untuk kemudian dilakukan intervensi.
“Selanjutnya Senin nangi saya akan ke Temanggung sentra kementerian sosial untuk meminta dukungan kepada mereka proses pemberdayaannya seperti apa, yang jelas sudah ketemu potensinya yang nanti akan dibantu dari kementerian sosial,” terang Sunarko.
Ia menegaskan inovasi BERDIKARI ini
terus berprogres dan berproses. Setelah konsultasi ke Sentra Kemensos di Temanggung, langkah lanjutannya menggelar pertemuan dengan menghadirkan beberapa perangkat daerah serta stakeholder terkait untuk membahas semua para pemangku kepentingan ini bisa kontribusi untuk membantu gerakan sosial dari inovasi BERDIKARI ini.
“Yang jelas kita minta bantu teman-teman dari TJSP, Baznas, pelaku usaha yang konsen dengan disabilitas, dan rencana di awal Agustus kami adakan pelatihan karena kan beberapa teman disabilitas sudah ada yang punya usaha nah nanti akan kita berikan pelatihan manajemen keuangan usahanya dulu setelah itu akan ada paparan yang lain baru pelatihan ke mereka,” tegasnya.
Diketahui, BERDIKARI merupakan sebuah terobosan memberdayakan para penyandang disabilitas melalui potensi yang mereka miliki. Dalam inovasi ini Dinsos Kukar menggandeng PPDI karena merupakan organisasi resmi persatuan dari penyandang disabilitas seluruh Indonesia. (*)