“Dinsos Kukar berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memastikan anak-anak tumbuh sehat dengan gizi yang cukup. Untuk itulah pentingnya dilakukan sosialisasi ini ke kecamatan-kecamatan agar bisa langsung menyentuh target sasaran pada keluarga penerima manfaat dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.
Banyak program bantuan sosial yang diberikan oleh Dinsos Kukar kepada keluarga penerima manfaat, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). PKH merupakan salah satu program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada masyarakat yang kurang beruntung dengan persyaratan-persyaratan tertentu.
Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan warga tidak mampu. Dalam jangka pendek program ini bertujuan mengurangi beban warga pra sejahtera dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.
“Bantuan ini tidak dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan konsumtif yang tidak perlu, harus sesuai dengan kebutuhan misalnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak-anak,” terangnya.
Selain itu, Dinsos mengarahkan agar pendamping PKH melakukan edukasi kepada penerima manfaat melalui kegiatan atau motivasi yang bersifat pemberdayaan. Yuliandris yakin penerima manfaat mempunyai potensi ekonomi atau sosial yang bisa dikembangkan. Sehingga, mereka bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dan tidak terlena dengan adanya bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
Tetapi harus berusaha untuk melepaskan diri dari bantuan-bantuan pemerintah, dengan cara mengembangkan potensi diri, melakukan usaha-usaha yang mempunyai nilai ekonomis produktif sehingga nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. “Sehingga nantinya keluarga penerima manfaat ini tidak tergantung lagi dengan bantuan pemerintah,” harapnya.
Diketahui pada kegiatan sosialisasi di Kecamatan Sebulu ini, Plt Kadinsos Kukar juga langsung melakukan tanya jawab secara interaktif dengan ibu-ibu terkait wawasan perihal stunting, hal ini penting agar pengetahuan masyarakat terkait stunting baik itu ciri-ciri, penanganan dan upaya pencegahannya bisa bersama-sama diketahui dan akhirnya mampu menumbuhkan kesadaran tinggi masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas hidup yakni kesehatan dan tumbuh kembang anak-anaknya. (*)