Anggota DPRD Kukar dari Fraksi PDIP H Ahmad Yani menyatakan hal ini memang harus disikapi oleh Pemerintah Daerah. “Menyikapi puasa dan nanti hari raya tentunya memang harus disikapi bahwa harus pemerintah hadir menyiapkan bagaimana agar ada operasi pasar dan seterusnya,” kata Yani kepada Koran Kaltim kemarin.
Diyakini Yani harga-harga memang melonjak pada saat bulan Ramadan. Sembilan bahan pokok (sembako) diharapkan harganya tetap stabil oleh karena itu harus turun tangannya pemerintah melalui kebijakan operasi pasar murah, supaya harga bisa stabil dan bahkan kalau perlu lebih murah dari yang seharusnya.
“Itu kerja-kerja pemerintah, karena itu kita harap pemerintah kabupaten melalui instansi terkait melakukan operasi pasar itu bukan hanya operasi pasar tetapi juga menjaga harga dan mengantisipasi kelangkaan termasuk juga pendistribusian penjualan nya harus diawasi, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan yang menyebabkan harga bisa melonjak naik,” harapnya.
Politikus senior PDIP ini berharap operasi pasar yang dilakukan bukan hanya terpusat di ibu kota kabupaten saja namun tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kukar. Bahkan dirinya menegaskan dalam pelaksanaanya jangan hanya dua hari namun bisa dilakukan secara berkala dan rutin. “Ya harapannya semua kalau perlu di 20 kecamatan se-Kutai Kartanegara sehingga tidak ada pembedaan bukan hanya Kecamatan Tenggarong semuanya harus mendapatkan itu dan memang kan pemerintah pusat melalui pemerintah terkait ada itu disiapkan anggaran untuk menyikapi lonjakan dan kestabilan harga itu,” ujarnya.
Intinya lanjut Yani jangan sampai terjadi lonjakan harga dulu baru pemerintah bergerak, sebisa mungkin jangan sampai terjadi lonjakan harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah bisa dikendalikan dengan baik.
“Kalau bisa pemerintah juga bekerjasama dengan perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara, kan itu bisa melakukan subsidi silang mencegah terjadinya lonjakan harga itu dan perusahaan bisa diajak dalam bentuk model CSR,” tegasnya.
“Itu bisa sehingga masyarakat senang walaupun dia beli tapi kan harganya murah dan yang terpenting harapannya pelaksanaannya tersebar di seluruh kecamatan se-Kutai Kartanegara,” pungkas Yani. (*)