Kejadian ini bermula saat tujuh karyawan sedang bekerja pada pukul 21.00 WITA, Minggu (23/2), seketika kecelakaan terjadi dan menyebabkan dua karyawan tertimbun longsor.
Keluarga salah satu korban, Mawardi, mengungkapkan bahwa keponakannya, Mario, sempat menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam mobil alat berat dan rekan seprofesinya belum diketahui pasti lokasi terakhirnya sebelum kehilangan kontak.
“Mario sempat menyelamatkan diri temannya teriak agar lari dari lokasi, Mario ini masuk ke dalam mobil nahasnya tertimbun tanah, sampai saat ini pihak perusahaan belum memberikan kejelasan,” tuturnya, Rabu (26/2/2025).
Pihak keluarga hingga saat ini belum mendapatkan titik terang mengenai keberadaan dua pekerja tambang tersebut. Keluarga mendesak agar perusahaan dapat lebih maksimal dalam melakukan pencarian kedua pekerja yang hilang tersebut.
“Mereka masih bungkam, terhitung tiga hari kami masih menunggu tapi belum ada tanda-tanda ditemukan,” ucapnya.
Sementara Kepala Seksi Operasi dan Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kaltim, Endrow Sasmita mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan telah menjalankan pencarian sejak Senin (24/2/2025) dengan menurunkan lima tim SAR.
“Kami telah melakukan pemetaan dan pencarian terhadap dua pekerja tambang yang diduga terjebak timbunan longsoran,” jelasnya.
Pihaknya sedikit kesulitan karena diketahui area tambang sangat luas, dan saat dideteksi ketebalan dan ketinggian tanah mencapai 30 meter.
“Bersama tim perusahaan dicari menggunakan alat berat dan juga kami aktif mencari menggunakan drone thermal agar menjangkau semua titik area pencarian,” ujarnya.
Hingga saat ini tim SAR masih melakukan pencarian, bersama pihak perusahaan. “Belum ada tanda-tanda ditemukan, kami memaksimalkan pencarian di siang hari agar mempermudah pencarian,” pungkasnya.
Editor: Erwin