Penandatangnanan kerja sama itu berlangsung pada Rabu (15/1/2025) pekan lalu di Surabaya, Jawa Timur yang mana Labok menandatangani kesepakatan investasi PT Bangun Benua Pratama Indonesia dan Arus Jaya Group Sdn Bhd Malaysia.
Dikonfirmasi Korankaltim.com terkait hal itu, Labok mengungkapkan kesepakatan kerja sama ini untuk pembangunan kawasan pusat grosir dan dermaga peti kemas di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar).
“Alhamdulillah telah ditandatangi kesepakatan investasi PT Bangun Benua dan Arus Jaya Group Sdn Bhd Malaysia, investasi tahap awal dengan nilai Rp1,2 Triliun di Grand Empire Palace Surabaya Rabu pekan lalu,” kata Labok Rabu (22/1/2025).
Labok mengaku dirinya selaku guarantor atau penjamin investasi pada kesepakatan kerja sama ini.
Labok berharap investasi ini menjadi berkah bagi masyarakat Kukar dan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk pembangunan di Kaltim, terutama Kukar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Utama PT Bangun Benua Pratama Ery Affandi Yusuf mengucapkan terima kasih kepada Labok yang dinilainya terus memperjuangkan pembangunan di Kukar melalui jaringan di dalam dan luar negeri.
“Bagi kami ini adalah amanah yang harus dijaga agar para investor semakin yakin untuk berinvestasi di Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara, semoga di tahun 2025 semua rencana kerja berjalan dengan baik,” ujar Ery.
Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Arus Jaya Group Sdn Bhd Malaysia, Lee Kim Hong menyampaikan investasi ini adalah bentuk persaudaraan diringa dengan Labok dan dirinya berharap investasi ini akan menjadi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Untuk diketahui proyek ini sebenarnya nilai totalnya Rp2,3 triliun dengan luasan total lahan sebesar 36 hektare.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar Alfian Noor berkata, ia akan mengkroscek terlebih dahulu terkait ada tidaknya perizinan dari investasi yang melibatkan perusahaan dua negara ini.
"Masih tanya dulu dengan kawan yang sudah lama di DPMPTSP ya, apakah perizinan ini memang sudah ada atau belum, kalau saat saya memimpin tidak ada, siapa tahu sebelum saya memimpin pernah ada, nanti saya kabari lagi," ucap Alfian Noor.
Editor: Aspian Nur