Rakor ini diikuti beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar. Sebelumnya telah dilakukan Pra Rakor yang dilaksanakan di Tenggarong. Dalam rapat pra ini tiga OPD yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) melakukan presentasi capaian target perolehan pajak dan kendala – kendala yang dihadapi serta langkah – langkah untuk peningkatan perolehan hasil pajak selanjutnya.
Kepala Bapenda Kukar, Bahari Joko Susilo (BJS) didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pendataan, Penetapan, dan Penagihan (P3) Erwan Riyadi mengatakan rakor ini bertujuan agar tersedia data dan analisis capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) semester II secara komperhensif, serta merumuskan kebijakan tindak lanjut yang akan dilakukan.
Pada rapat ini menghadirkan narasumber dari Bankaltimtara, Alfrida Kadang yang menyampaikan materi terkait digitalisasi kemudian Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengembangan Pendapatan Daerah (P2D) M Tauhid dengan penyampaian materi terkait regulasi dan tata kelola retribusi daerah.
“Rakor dan evaluasi ini dilaksanakan secara berkala dua kali dalam satu tahun atau dilaksanakan per semester. Hal ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana target dapat dicapai dan langkah – langkah apa yang akan diambil untuk pencapaian target tersebut,” katanya.
Seyogianya rakor ini diikuti 15 OPD terkait, namun karena kesibukan dan padatnya kegiatan diakhir tahun ini, sehingga beberapa OPD tidak bisa hadir. “Oleh karena itu nanti akan kita jadwalkan untuk rapat kembali” ujar Erwan Riyadi.
Diungkapkan Erwan kegiatan rapat koordinasi memang dilaksanakan secara berkala per semester, namun koordinasi dan evaluasi itu dilakukan setiap saat sesuai komitmen bersama dalam melaksanakan kegiatan ini agar lebih sinergis dan kolaboratif.
“Jadi koordinasi tidak hanya yang sesuai kita jadwalkan namun kapan dimanapun kita bisa lakukan koordinasi, dan setelah kegiatan rakor ini kita akan lakukan pertemuan lagi di Tenggarong, apalagi teman – teman OPD sebagian belum bisa hadir,” terangnya.
Erwan menyebutkan beberapa hal yang dianggap penting yaitu salah satu sebab yang menjadi rendahnya realisasi penerimaan karena belum adanya perbup retribusi daerah, oleh karena itu pihaknya berharap OPD segera menyusun draf retribusi yang dikelolanya. Pada rakor ini pula Erwan memaparkan gambaran target dan realisasi PAD hingga Nopember tahun 2024, yaitu target penerimaan sebesar Rp.732.901.415.016, realisasinya Rp.804.578.765.470,- dengan prosentase capaian sebesar 109,68 persen.
“Salah satu dari Rakor dan evaluasi ini penandatanganan kesepakatan yang nantinya akan dijadikan indikator kinerja OPD,” ujarnya. (*/kk)