Kepala Disperkim Kukar didampingi Kepala Bidang Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) Supriyadi Agus mengatakan sesuai arahan Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang menekankan pentingnya keberadaan SPAM desa guna pencegahan penyakit yang ditimbulkan akibat kualitas air minum yang kurang baik di lingkungan masyarakat.
“Sesuai arahan pak bupati dan pak wakil, dibangunnya SPAM ini kualitas air minum yang dimanfaatkan oleh masyarakat jadi baik, juga akan mengurangi banyak hal seperti stunting dan mungkin penyakit-penyakit tertentu yang sebelumnya airnya tidak diolah terlebih dahulu,” katanya.
Menurut Yahdan sapaan akrab Supriyadi Agus, keberadaan SPAM pedesaan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kualitas air yang selama ini dibawah standar kini sudah layak untuk dikonsumsi masyarakat, karena air yang diolah dengan SPAM pedesaan air sudah bisa dimanfaatkan secara langsung. “Setelah adanya SPAM kemudian kita melakukan pengolahan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, layak buat dikonsumsi oleh masyarakat,” ucapnya.
Pembangunan SPAM desa ini merupakan program pemerintah dalam upaya melayani kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Ini adalah program pemerintah, artinya memang untuk kemasyarakatan. “Penyediaan air bersih buat masyarakat itu tujuan dan sasaran kita, melalui dedikasi Kukar Idaman yakni program air bersih masuk desa diharapkan masyarakat kita kesehatannya semakin berkualitas dan tercegah dari stunting,” terangnya.
Dalam penanganan pencegahan stunting ini tentu bukan hanya ketersediaan air bersih yang memadai dan berkualitas, namun juga terkait sistem sanitasi bagi masyarakat perdesaan. Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat atau yang lebih dikenal dengan program Pamsimas merupakan program yang berorientasi kepada proses pemberdayaan masyarakat. “Harapan agar masyarakat mampu secara mandiri menyediakan sarana air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)