Ia menjelaskan bahwa penyaluran tandon itu merupakan bagian dari program penyediaan air bersih yang digulirkan Pemkab Kukar. Program bertajuk ‘Air Bersih Masuk Desa’ itu juga mencakup pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah PDAM.
“Penyaluran tendon ini adalah salah satu dari 23 program unggulan yang konsisten dilaksanakan. Program air bersih memiliki banyak cabang, seperti Pamsimas, pipanisasi PDAM, hingga bantuan tandon yang diserahkan ini,” kata Yahdan sapaan akrab Supriyadi Agus.
Dirinya menyadari masih banyak desa terpencil di wilayah pesisir Kukar maupun wilayah ulu yang belum menikmati akses air bersih. Padahal air bersih mutlak dibutuhkan sebagai kebutuhan dasar hidup sehari-hari penduduk.
“Misalnya di Kecamatan Anggana, ada tiga desa terpencil di tengah laut yang juga membutuhkan air bersih. Jadi tendon itu masing-masing satu untuk satu KK, ini bukti nyata kami terus berupaya mewujudkan akses air bersih yang merata kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Dengan bantuan tersebut, diharapkan capaian target universal akses terhadap air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan hak dasar setiap warga atas air bersih.
“Jadi air bersih masuk desa ini banyak programnya, antara lain, ada Pamsimas, pipanisasi, ada PDAM, dan untuk desa yang belum terjangkau kita bantu dengan tandon untuk menampung air bersih. Ini salah satu langkah yang dilakukan pemkab Kukar dalam mendukung program air bersih masuk desa,” pungkasnya. (*)