Hari pertama 20 Nopember 2024, sesi pertama diisi dengan paparan beberapa narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Pada sesi kedua setelah ishoma dianjutkan rapat membahas mengenai upaya pemerintah kota dilanjutkan dengan paparan dari Bapenda Provinsi Sulawesi Selatan, Bapenda Kota Makassar dan Bank Jawa Barat selaku pemenang Championship TP2DD masing-masing Wilayah dan Kategori Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terbaik. Setelah mendengarkan paparan dari Narasumber dilajutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh peserta Buncis.
Kepala Bapenda Kukar Bahari Joko Susilo didampingi Sekretaris Muhamad Japar mengatakan, dari hasil paparan yang disampaikan narasumber diketahui bahwa percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui TP2DD menekankan visi untuk menjadikan Makassar sebagai "Kota Dunia" yang cerdas dan inklusif, dengan misi utama menciptakan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. TP2DD bertugas mengimplementasikan berbagai inisiatif, termasuk penyediaan akses pembayaran elektronik dan edukasi masyarakat tentang penggunaan teknologi digital, yang tercermin dalam capaian indeks ETPD yang positif. Implementasi dan perkembangan TP2DD Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2023.
Fokus utama adalah pada pertumbuhan pendapatan daerah, khususnya dari pajak dan retribusi, serta pergeseran dari pembayaran tunai ke non-tunai. Rata-rata pertumbuhan Indeks ETPD menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan pajak daerah mencatat pertumbuhan 12 persen dan retribusi daerah 15% persen. Strategi untuk mempercepat digitalisasi mencakup penguatan TP2DD, penyusunan rencana kerja, dan koordinasi dengan pihak terkait. Berbagai kebijakan dan regulasi juga diusulkan untuk mendukung transisi ke sistem pembayaran digital.
“Ada beberapa kelas tahapannya itu, pertama inisiasi, berkembang, maju, dan paling atas itu kelas digital. Kita ini untuk semester I kemarin pengisian indeks ETPD sudah 93,3 persen artinya sudah digital kita, kemudian semester 2 kita juga digital cuman kita berharap nilainya nanti diatas 93, belum bisa kita ketahui dulu hasilnya nanti Januari 2025 baru ketahuan,” Muhamad Japar.
Selanjutnya, untuk kegiatan hari kedua 21 Nopember 2024, acara diisi dengan penginputan Indeks Eletronifikasi Transakasi Pemerindah Daerah (IETPD) semester II yang dipandu oleh pihak Bank Indonesia Kalimantan Timur dengan diselingi diskusi dan tanya jawab. Pada prinsipnya TP2DD Provinsi Kabupaten/Kota sebagian besar sudah melaksanakan input sekitar 80 persen keatas. Setelah istirahat siang acara dilanjutkan dengan kunjungan ke objek Pemungutan Pendapatan Daerah yang menerapkan Pembayaran secara Non Tunai.
“Setelah kunjungan acara ditutup secara resmi oleh Agus Taufik dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan berharap TP2DD di wilayah Kaltim dapat meningkatkan ETPD di Kalimanatan Timur secara signifikan dan bisa menjadi yang terbaik,” ungapnya.
Japar menegaskan berdasarkan hasil kegiatan Buncis ini banyak hal yang didapat terutama pembelajaran tentang komitmen Pemerintah Kota Makassar terhadap digitalisasi, yakni tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga berpotensi memperkuat perekonomian daerah, menjadikan Makassar sebagai contoh transformasi digital yang berhasil. “Selain itu pentingnya selalu menjaga kerjasama antara TP2DD Provinsi, Kabupaten dan Kota se Kaltim agar dapat tumbuh dan berkembangnya ekosistem Non Tunai dan Digital di Wilayah Kaltim,” tegasnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur Agus Taufik menyatakan dari hasil kegiatan Buncis ini menjadi bukti pemicu kita untuk lebih baik lagi khususnya dalam rangka pengisian IETPD semester II 2024 dan nanti dalam program championship TP2DD tahun depan. “Mudah-mudahan dari hasil Buncis ini kita bisa mengevaluasi kira-kira improvement apa yang kita lakukan kedepan, tentunya kami berharap akan muncul champion-champion yang baru di Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara sudah menjadi juara 1 di tahun ini semoga bisa dipertahankan, dan tentunya kami berharap Pemda lain bisa mengikuti meningkatkan kualitas dari TP2DD sehingga bisa menjadi champion di tahun depan,” harap Agus Taufik. (*)