Kegiatan yang yang juga dihadiri TP2DD provinsi dan kabupaten/Kota se Indonesia itu, dibuka oleh Asisten Deputi Perekonomian Daerah dan Sektor Riil, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Puji Gunawan.
Adapun yang mendampingi Sekda Kukar pada kegiatan ini yakni Kepala Bapenda Kukar Bahari Joko Susilo (BJS), Sekretaris Bapenda Muhammad Japar, dan Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tenggarong Eryuni Ramli Okol beserta tim kreatif Bapenda Kukar.
Sunggono mengungkapkan syukur atas kerja sama semua teman-teman khususnya yang tergabung dalam TP2DD Kukar.
Piagam penghargaan dari Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI itu terkait kerjasama kolaborasi stakeholder yang sudah dilakukan, sehingga bisa mewakili Kalimantan sebagai TP2DD terbaik I.
“Dimana baik Perbankan juga Pelaku Usaha dan terutama teman-teman OPD itu bisa bersinergi, sehingga kinerja kita mampu meningkatkan kualitas pengolahan pendapatan keuangan daerah, yang pada saatnya nanti bisa 100 persen Berbasis Digital,” ujarnya, Selasa (3/12/2024).
Sekda menjelaskan, sebagaimana paparan yang disampaikan para narasumber sangat banyak, dan menjadi PR Kukar ke depan. Untuk itu, ia memastikan bahwa digitalisasi sektor pengolahan keuangan daerah khususnya pendapatan bisa dioptimalkan lagi.
“Sekali lagi selamat dan terima kasih kepada teman- teman yang bergabung dalam TP2DD di Kabupaten Kukar, yang telah bekerja keras untuk pencapaian ini. Mari kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi untuk tahun-tahun yang akan datang dan semangat terus,” pintanya.
Sementara itu Kepala Bapenda Kukar BJS didampingi Sekretaris Muhamad Japar menegaskan, diraihnya Terbaik I TP2DD ini merupakan bukti kerja bersama lintas OPD bukan hanya kerja Bapenda saja.
Oleh karena itu pihaknya berharap agar perangkat daerah di lingkup Kukar juga sama-sama memiliki kepedulian untuk percepatan dan perluasan digitalisasi daerah pada lingkup kerjanya masing-masing.
“Seluruh OPD masuk, jadi bukan Bapenda saja, namun ini tim dan ada SK-nya. Jadi kami harapkan kedepannya kawan-kawan perangkat daerah meskipun bukan OPD pendapatan bisa menunjukkan kepedulian percepatan perluasan digitalisasi daerah di lingkupnya masing-masing,” tegasnya. (*)
Editor: Erwin