Dulunya, Bidang PSU ini adalah bidang penyehatan lingkungan, kini membawahi prasarana umum seperti air bersih, mandi cuci kakus (MCK) juga jalan lingkungan dan sistem drainase.
“Untuk air bersih ini ada beberapa perluasan seperti perpipaan dan non perpipaan, kemudian memberikan bantuan tandon, MCK toilet yang diserahkan kepada penerima manfaat yang kita anggap perlu dibantu,” katanya, Senin (2/12/2024) .
Diakui Supriyadi penanganan air bersih ini beban kerjanya cukup berat sehingga untuk kegiatan lainnya bidang PSU berkolaborasi minta bantuan dengan bidang perumahan seperti pembangunan jalan lingkungan, parit lingkungan dan semacamnya.
“Namun untuk kegiatan tersebut memang masih berada dibawah garis koordinasi prasarana sarana dan utilitas umum,” ungkap Supriyadi.
Yahdan sapaan akrab Supriyadi menerangkan MCK merupakan salah satu fasilitas umum yang dapat digunakan oleh semua orang di suatu kawasan tertentu dengan tujuan membiasakan masyarakat hidup bersih dan sehat, selain untuk umum, bantuan MCK juga diberikan Disperkim kepada warga yang memang membutuhkan dan layak diberikan bantuan khususnya masyarakat yang masuk ke dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
MCK merupakan salah satu sarana fasilitas umum yang dapat digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air oleh warga di suatu pemukiman tertentu. MCK disediakan bagi pemukiman atau daerah yang dinilai memiliki tingkat kemampuan ekonomi rendah dan jumlah penduduknya cukup padat.
MCK ini bertujuan untuk menunjang kehidupan sosial, budaya, dan kesehatan masyarakat. Kebersihan dan keutuhan fasilitas MCK umum menjadi tanggungjawab warga sekitar. MCK yang sehat merupakan cerminan dari lingkungan yang sehat, bersih, dan tertata.
“Hal tersebut dapat memengaruhi pola pikir masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan, menekan polusi udara dan pencemaran ekosistem,” terang Yahdan.
Selain bantuan MCK Disperkim Kukar juga berupaya membangun sanitasi lingkungan yang terstandar sesuai kebersihan dan kesehatan. Dengan sanitasi yang baik maka bertujuan untuk mencegah diri sendiri maupun lingkungan untuk bersentuhan langsung dengan kotoran atau bahan buangan/limbah lainnya.
“Sanitasi lingkungan adalah segala sesuatu yang merupakan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan kita. Misalnya membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengolahan sampah dengan baik. Dengan ini sampah tidak menumpuk di sekitar tempat kita tinggal, sanitasi juga erat kaitannya dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” bebernya.
Ketika disinggung, Kukar memperoleh penghargaan terbaik dalam upaya penanganan konvergensi stunting, Yahdan menegaskan hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat, lantaran pengelolaan sanitasi dan ketersediaan MCK terstandar di Kukar diakui Yahdan belum seluruhnya optimal.
“Juara 1 beban berat karena kita harus kerja bersama terkait gerakan stop buang air besar sembarangan (BABS), kalau stunting ini erat hubungannnya dengan sanitasi yaitu pola hidup sehat, jadi harus ada air bersih, MCK terstandar, inilah yang saat ini terus kita kejar, meskipun target-target dari yang tertuang di RPJMD telah kita capai,” tegas. (*)
Editor: Erwin