Hatta menyebutkan pelaksanaan kegiatan pelatihan mekanik alat berat dilaksanakan selama 75 hari, adapun agenda saat monitoring hal-hal yang diperoleh Distransnaker Kukar yaitu selaku tim monitoring pihaknya memberikan arahan kepada peserta pelatihan bahwa dengan mengikuti pelatihan maka akan menghasilkan beberapa hal, pertama pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang perawatan, perbaikan, dan troubleshooting alat berat dengan pemahaman yang lebih baik tentang komponen mesin.
Kemudian dengan keterampilan yang lebih baik, mekanik akan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien. Ini akan meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan, baik untuk individu maupun perusahaan. Dengan keterampilan yang lebih terlatih, maka lebih berpeluang mendapatkan pekerjaan di sektor konstruksi, pertambangan, atau industri lainnya.
Pengetahuan yang diperoleh seorang mekanik sehingga dapat melakukan perawatan preventif yang efektif, mengurangi risiko kerusakan besar pada alat berat. Peserta pelatihan juga memperoleh sertifikat yang nantinya dapat meningkatkan kredibilitas peserta di mata pemberi kerja dan memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan atau kenaikan jabatan di bidang perawatan alat berat.
Selanjutnya dilakukan wawancara dan membagikan kuisioner untuk diisi oleh perserta. Tujuan dari membagikan kuisioner dan wawancara adalah untuk mengetahui beberapa permasalahan saat mengikuti pelatihan. Tim juga mengecek fasilitas di tempat pelaksanaan pelatihan seperti fasilitas kamar tidur.
“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta dapat lebih meningkatkan kinerja apabila sudah ditempatkan di perusahaan sesuai keahlian yang dimiliki, selain itu dengan adanya pelatihan dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai wujud realisasi program Kukar Siap Kerja,” tegas Hatta. (*)