“Kegiatan bimtek pelatihan ini diikuti oleh perwakilan koperasi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Uli sapaan akrabnya menjelaskan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu koperasi dalam mengelola keuangan mereka dengan baik, meningkatkan akuntabilitas, serta mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan badan pengawas koperasi.
Peningkatan kemampuan dalam pelatihan pelaporan keuangan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang akuntansi dan manajemen koperasi dari Disprindagkop Provinsi Kalimantan Timur, Pelayanan Perpajakan Pratama Tenggarong dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Wilayah Sulawesi Kalimantan Papua. “Para narasumber memberikan materi terkait penyusunan laporan keuangan, pengelolaan kas, serta penggunaan aplikasi sederhana keuangan berbasis teknologi yang dapat mempermudah proses pelaporan,” jelasnya.
Salah satu materi utama yang disampaikan adalah Standar Akuntansi Keuangan Koperasi (SAK-Koperasi) yang merupakan pedoman dasar dalam menyusun laporan keuangan koperasi secara sistematis. Para peserta juga dilatih untuk mengenal berbagai format laporan, seperti neraca, laba rugi, arus kas, serta catatan atas laporan keuangan yang perlu disusun setiap tahun.
Adapun manfaat bimtek bagi koperasi melalui pelatihan ini, para pengurus koperasi diharapkan dapat lebih memahami cara menyusun laporan keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. “Dengan demikian maka akan meningkatkan kepercayaan anggota dan masyarakat terhadap koperasi. Selain itu, laporan yang disusun dengan baik juga penting untuk mempermudah pengajuan bantuan atau pendanaan dari pihak luar, seperti lembaga keuangan, juga donor bantuan anggaran dari pemerintah,” ujarnya.
Kegiatan bimtek ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi oleh banyak koperasi yang masih kesulitan dalam membuat laporan keuangan sesuai standar. Dengan keterampilan yang didapatkan dalam pelatihan ini, diharapkan pengurus koperasi bisa lebih percaya diri dalam mengelola keuangan dan melaporkannya dengan cara yang benar serta transparan.
Penguatan Sektor Koperasi dan UKM kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Koperasi yang dikelola dengan baik, khususnya dalam hal pelaporan keuangan yang transparan, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan memperkuat posisi koperasi sebagai entitas ekonomi yang berkelanjutan. “Acara ini dihadiri oleh 40 orang peserta dari 20 Unit koperasi di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya, yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dengan harapan dapat membawa perubahan positif di tempat mereka masing-masing,” tegasnya.
Dengan diadakannya Bimtek ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang pengetahuan dan keterampilan. Kemudian langsung diterapkan dalam pengelolaan keuangan koperasi mereka demi tercapainya koperasi yang sehat dan berkinerja tinggi,” pungkas Uli.