Kegiatan pelatihan melibatkan tiga bidang utama, yakni Welder 4G, Welder 3G, dan Operator Alat Berat (Dump Truck).
Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama Distransnaker Kukar dengan beberapa pihak, yaitu SKK Migas dan PT Petro Tekno untuk pelatihan Welder 4G, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) untuk pelatihan Welder 3G, serta PT Satova Jaya Education Center untuk pelatihan Operator Alat Berat.
Sekda Kukar Sunggono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Distransnaker Kukar atas inisiatif program ini. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi kebutuhan tenaga kerja di era pembangunan strategis, khususnya di Kalimantan Timur.
“Pelatihan ini adalah bagian dari upaya kita semua untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung program-program seperti ini untuk memastikan masyarakat Kukar memiliki peluang lebih besar di sektor industri maupun proyek-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),” katanya.
Sekda juga menekankan bahwa program ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Kukar dalam memberdayakan masyarakat lokal, termasuk memberikan akses pelatihan kepada kelompok rentan.
“Kami bangga bahwa sekitar 30 persen peserta pelatihan ini berasal dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Ini menunjukkan komitmen kami untuk memberikan peluang yang setara bagi semua masyarakat,” tambahnya.
Untuk diketahui, pelatihan Welder 4G, diikuti 19 peserta. Pelatihan ini dirancang untuk melatih peserta pada pengelasan dengan standar internasional, khususnya di sektor migas dan konstruksi.
Pelatihan Welder 3G, diikuti oleh 40 peserta. Program ini fokus pada keterampilan dasar pengelasan untuk mendukung sektor manufaktur dan pertambangan. Pelatihan Operator Alat Berat (Dump Truck), diikuti 40 peserta. Pelatihan ini memberikan keterampilan teknis serta pemahaman tentang keselamatan kerja untuk mendukung sektor tambang dan logistik.
Sekda Kukar optimis pelatihan ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi ekonomi daerah secara keseluruhan.
“Kami berharap lulusan pelatihan ini dapat terserap di berbagai sektor strategis yang tengah berkembang di Kukar, baik di bidang tambang, konstruksi, maupun proyek pembangunan IKN,” harapnya.
Melalui pelatihan ini, Distransnaker Kukar berharap para peserta dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja strategis. Program ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan menciptakan tenaga kerja andal yang mampu menghadapi tantangan industri masa depan.
Plt Kepala Distransnaker Kukar Muhammad Hatta didampingi Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Lukman menegaskan program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman keselamatan kerja, etika profesional, dan adaptasi terhadap teknologi terbaru.
“Program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah melalui program ‘Kukar Siap Kerja’, yang bertujuan menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan kompetitif,” tegasnya.
Editor: Erwin